Breaking News:

Berita Pelalawan

Antre Sejak Subuh di SPBU Dapat Giliran Sore, Derita Sopir di Pelalawan Saat Solar Subsidi Langka

Kelangkaan solar subsidi masih terus terjadi di sejumlah daerah di Riau, termasuk Kabupaten Pelalawan hingga Selasa (22/3/2022)

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM/JOHANNES TANJUNG
Antrean panjang truk dan kendaraan besar di SPBU Jalintim Kota Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan pada Selasa (22/3/2022) akibat kelangkaan BBM solar subsidi. Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi masih terus terjadi di sejumlah daerah di Riau, termasuk Kabupaten Pelalawan hingga Selasa (22/3/2022).

Masyarakat kesulitan mendapatkan bio solar di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam dua bulan terakhir.

Pantauan Tribunpekanbaru.com di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 55 Pangkalan Kerinci, deretan mobil truk sudah terlihat sejak pagi hari.

Kendaraan besar seperti trailer, Fuso, hingga dump truk dengan muatan beragam tersusun menunggu giliran.

Bahkan antrean kendaraan besar itu tidak beraturan lagi dan mengisi semua areal parkir yang kosong.

Pemandangan serupa tampak di SPBU yang ada di jantung Kota Pangkalan Kerinci.

Antrean kendaraan mengular menjelang siang hari. Truk besar menunggu giliran untuk mengisi BBM jenis solar.

Tak hanya mobil besar, kendaraan kecil juga ikut berbaris hingga meluber ke Jalintim. Deretan mobil penikmat solar subsidi itu memanjang hingga ke depan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pangkalan Kerinci.

Kondisi yang sama di SPBU Jalintim Kilometer 68 didepan kantor Telkom Pangkalan Kerinci dan SPBU Kilometer 5 Jalan Koridor Langgam.

Mobil pengguna solar juga antre menunggu giliran, meski stok solar belum masuk dari distributor.

Seorang sopir truk bernama Andri Setiawan (46) mengaku selalu sulit mendapatkan solar setiap BBM di mobilnya nyaris habis.

Ia harus rela antre berjam-jam untuk mendapatkan solar subsidi sesuai kebutuhannya mengantarkan barang ke beberapa daerah.

Bahkan empat hari yang lalu, dirinya sudah mengantri sejak subuh di SPBU, namun dapat giliran mengisi pada sore hari.

"Inilah derita kami sekarang. Mau ngisi minyak di SPBU kosong. Antri mulai subuh, dapat mengisi sorenya. Waktu habis dan uang jalan juga menipis," kata Andri yang mengaku hendak ke Jambi, Selasa (22/3/2022).

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved