Breaking News:

Wanita Pekebun Sawit di Riau Didorong Olah Lidi Sawit Jadi Produk Bernilai Ekonomis

Ketua Asosiasi Sawitku masa Depanku Riau, Karmila Sari mendorong pekebun sawit untuk memanfaatkan lidi sawit menjadi produk olahan bernilai ekonomis

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Rinal Maradjo
tribunpekanbaru.com
Ketua Samade Riau, Karmila Sari 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Banyak potensi dari bahan kelapa sawit yang belum terkelola secara maksimal, padahal bisa bernilai ekonomis yang tinggi untuk membantu keuangan ibu-ibu pekebun kelapa sawit.

Produk yang bisa dimanfaatkan itu mulai dari daun, lidi dan lainnya yang ada di kelapa sawit tersebut.

Untuk itu, Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Sawitku masa Depanku (Samade) mengelar seminar dan workshop Kemitraan UMKM Sawit di Hotel Grand Central Pekanbaru Rabu (23/3/2022).

Ketua Samade Riau, Karmila Sari, mengatakan tujuan acara ini dilakukan untuk memberikan penguatan terhadap UMKM perempuan perkebunan sawit dalam pengembangan kerajinan berbahan lidi sawit.

"Tujuan acara ini supaya ada hilir produk dari sawit. Karena selama ini fokusnya lebih kepada pengolahan, pembibitan, pemupukan. Maka dari itu kita melakukan seminar ini karena baru kita yang melakukan ini,"ujar Karmila.

Selain hilir produk, acara ini dilakukan kata Karmila juga bertujuan untuk memberikan pemasukan kepada petani sawit perempuan yang selama ini limbah sawit seperti daun dibiarkan membusuk untuk pemupukan.

"Padahal jika manfaatkan bisa dibuat prakarya dengan nilai ekonomis yang tinggi seperti bisa dibuat tas, kotak tisu dan lain-lain,"ujar anggota DPRD Riau ini.

Pada kesempatan itu, Karmila juga menyebutkan alasan Samade berkerja sama dengan rumah Tamaddun lantaran telah memiliki kemampuan untuk mengelola limbah sawit.

"Maka dari itu kita tandem dengan rumah Tamaddun agar mereka bisa mengajarkan kepada petani sawit perempuan apa saja yang dibutuhkan dalam pengelolaan limbah sawit dari lidi ini untuk dijadikan kerajinan,"ujarnya.

Sementara itu, kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Zulfadli menyambut baik dilakukannya acara seminar dan workshop yang dilakukan Samade ini. Menurutnya acara ini sangat membantu bagi para petani perempuan untuk menambah pemasukan selain dari minyak sawit atau CPO.

"Jadi potensinya cukup besar, bayangkan saja 3,38 juta luasan sawit di Riau berapa kerajinan yang bisa olah dari limbah sawit lidi ini. Apalagi saya juga melihat Samade ini juga banyak berkerja sama seperti Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan jika ini berhasil akan banyak limbah sawit terolah menjadi nilai ekonomis,"terangnya.

Zulfadli juga berharap, dua daerah yang menjadi pilot projek yakni Rohul dan Rohil oleh Samade tidak hanya itu saja, tapi seluruh kabupaten juga memiliki potensi. ( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved