Breaking News:

Karhutla di Riau

Karhutla di Riau, 70 Hektare Lahan di Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu Terbakar

Diperkirakan, kebakaran terjadi secara meluas hingga 70 hektar.Sampai saat ini tim gabungan masih berupaya melakukan pemadaman bersama

Penulis: Syahrul | Editor: Sesri
istimewa
Tim Gabungan TNI, Polri dan BPBD Rokan Hulu tengah berusaha melakukan pemadaman api di lokasi kebakaran hutan dan lahan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Cuaca panas ekstrim yang terjadi belakangan di Provinsi Riau juga dirasakan di Kabupaten Rokan Hulu.

Bahkan, di Negeri Seribu Suluk dampaknya terasa lebih memburuk akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang meluas di sejumlah daerah.

Dipaparkan oleh Babinsa Koramil 02 Rambah Kodim 0313/KPR Serka Mendrayani, kebakaran terjadi di Dusun Danau Sati Desa Rambah Samo Barat, Rambah Kabupaten Rokan Hulu.

"Diperkirakan, kebakaran terjadi secara meluas hingga 70 hektar. Sampai saat ini, kami masih berupaya melakukan pemadaman bersama dengan Tim Gabungan TNI, Polri beserta BPBD Rokan Hulu," ungkapnya pada Selasa (29/3/2022).

Adapun kebakaran meluas dengan sangat cepat dikarenakan kontur perbukitan di lokasi yang disertai dengan angin kencang.

Proses pemadaman yang dilakukan secara manual juga menjadi kendala dalam menjinakkan si jago merah di lokasi kebakaran hutan dan lahan.

Mendrayani menyebut, kebakaran terjadi sejak Minggu (27/3/2022) dan proses pemadamannya masih berlangsung hingga saat ini.

Baca juga: BREAKING NEWS: Sehari 6 Titik Karhutla di Kampar Riau, Salo Mencapai 30 Ha

Baca juga: Puluhan Hektare Mulai Terbakar Akibat Karhutla, Dewan Riau Berharap Ini

Baca juga: Hotspot Mulai Bermunculan, BPBD Pelalawan Gandeng Perusahaan Antisipasi Karhutla

"Mayoritas tanaman tegakan yang terbakar adalah berupa jenis pakis dan beberapa jenis tumbuhan lain," bebernya.

Pihaknya menghimbau, agar masyarakat berhati-hati dalam melakukan pembersihan kawasan hutan dan lahan dalam membuka perladangan.

Apalagi, mengingat kondisi cukup panas seperti saat ini yang turut memicu potensi kebakaran hutan dan lahan di kawasan rawan kebakaran.

"Kami menghimbau warga agar tidak membakar lahan maupun hutan jika ingin membuka perladangan. Sebab, kondisi saat ini cenderung ekstrim dan rawan memicu kebakaran," himbaunya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved