Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Kisah Bandara Japura di Riau, Dulu Ternama kini Tinggal Nama

Setelah empat tahun berlalu, Bandara Japura tidak lagi melayani penerbangan komersil maupun untuk latihan. Meski tidak lagi berfungsi, namun pihak

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.com - Bandara Japura yang terletak di Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau menyimpan sejarah penting sepanjang kisah penerbangan Indonesia.

Bandara yang memiliki panjang landasan pacu 1400 meter ini pernah menjadi Bandara yang ternama di Provinsi Riau bahkan menjadi Bandara tertua di Bumi Lancang Kuning. Namun sayangnya, kini Bandara tersebut perlahan ditinggalkan.

Bandara Japura dibangun pada tahun 1952 oleh PT Stanvac yang merupakan perusahaan pertambangan minyak bumi di Riau.

Pada awal pemanfaatannya, Bandara Japura difungsikan khusus untuk pendaratan dan penerbangan pesawat yang mengangkut tenaga kerja PT Stanvac. Bahkan di lokasi Bandara Japura pernah ada sumur minyak yang kini sudah tidak berfungsi, sehingga ditutup.

Bandara Japura diserahkan secara resmi oleh Wakil Umum PT Stanvac di Indonesia, Gerard L Mc.Coy kepada Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Prof Ir Roosseno pada tahun 1954. Di bawah pengelolaan Kemenhub RI, Bandara Japura mulai melayani kedatangan dan keberangkatan untuk penerbangan komersil dari sejumlah maskapai.

Rita, seorang warga Lirik dan juga saksi sejarah yang pernah menikmati penerbangan dari Bandara Japura mengungkapkan bahwa sejumlah pesawat milik maskapai ternama pernah mendarat dan terbang dari Bandara Japura, diantaranya Merpati Air dan SMAC. Rita mengaku orangtuanya dulu adalah mantan pegawai Stanvac. Sehingga sewaktu kecil dirinya sering diajak jalan-jalan pakai pesawat ke Pekanbaru. "Dulukan kalau ke Pekanbaru harus lewat Kuansing jadi jauh kalau perjalanan darat. Kalau naik pesawat dari Bandara Japura kurang lebih hanya satu jam sudah sampai di Pekanbaru," ujar Rita.

Rita memperkirakan, sekira tahun 1983 hingga 1986 Bandara tersebut masih eksis melayani penerbangan. Sejumlah rute penerbangan yang disediakan, yakni Rengat - Pekanbaru dan Pekanbaru - Rengat. Bandara Japura juga pernah membuka pelayanan untuk rute penerbangan Jakarta - Rengat dan Rengat - Jakarta. Bahkan Bandara Japura juga pernah menjadi transit bagi jamaah haji yang hendak menuju embarkasi di Batam.

Didot, mantan pegawai PT Stanvac juga pernah merasakan terbang dengan pesawat dari Bandara Japura. "Dulu Stanvac punya pesawat charter untuk karyawannya dari Jakarta ke Pendopo terus Palembang terus ke Japura. Dari Japura - Palembang - Pendopo terus Jakarta," kata Didot. Dalam seminggu setidaknya Bandara tersebut melayani tiga kali penerbangan baik untuk keberangkatan dan kedatangan.

Pada periode tahun 2005 sampai tahun 2006 Bandara Japura juga pernah melayani maskapai Riau Air Lines dengan rute penerbangan Rengat - Padang dan Padang - Rengat. Setelah periode tersebut, Bandara Japura tidak lagi melayani keberangkatan dan kedatangan penumpang pesawat.

Hingga pada tahun 2017 sampai tahun 2018, Bandara Japura kembali membuka pelayanan untuk pesawat jenis ATR milik maskapai Wings Air dan Susi Air, meski akhirnya kembali ditutup

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved