Perang Rusia vs Ukraina
Sinagog Yahudi di Ukraina Dirudal Rusia, Untungnya Tidak Sempat Meledak
Sinagog yang berdiri di kawasan sekolah menengah itu diperuntukan oleh para pelajar dari komunitas Yahudi.
Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Guruh Budi Wibowo
TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebuah Sinagog Yahudi di Kharkiv, Ukraina dirudal oleh pasukan Rusia. Untungnya rudal itu gagal meledak setelah menyentuh tanah.
Rudal itu hanya membuat lubang besar di atap dan lantai Sinagog.
Sinagog tersebut berdiri di kawasan sekolah menengah yang diperuntukan oleh para pelajar dari komunitas Yahudi.
"Roket itu tidak meledak tetapi membuat lubang besar di atap," kata istri kepala rabi Kharkiv, Moshe Moskovitz.
Insiden itu menuai kecaman dari kepala Organisasi Sinagoga Dunia, David Ben-Na'eh.
Ia pun menyurati kepala rabi Rusia, Berel Lazar agar mendesak Vladimir Putin untuk berhenti merusak Sinagoga dan tempat-tempat suci Yahudi.
"Sinagoga adalah kuil bagi orang-orang Yahudi. Ini telah menjadi andalan orang Yahudi di mana pun di dunia selama ribuan tahun," tulisnya.
Sementara itu, dalam pidatonya di parlemen Israel pekan lalu, Presiden Ukraina Zelensky mengklaim Rusia telah menyerang kota Uman, sebuah situs yang dihormati oleh banyak orang Yahudi Hasid.
Zelensky yang merupakan seorang Yahudi, mengatakan roket Rusia menghantam kota itu pada hari pertama invasi pada Februari.
Puluhan ribu orang Yahudi Hasid melakukan perjalanan ke Uman setiap Rosh Hashanah (tahun baru Yahudi) untuk mengunjungi makam Rabi Nachman dari Breslov, yang menghidupkan kembali gerakan Hasid dan meninggal pada tahun 1810.
Moskow telah membantah klaim tersebut, berbagi gambar dari apa yang dikatakan pasukan Ukraina memuat senjata di dekat sebuah sinagog di sana.
"Saya ingin menggarisbawahi bahwa angkatan bersenjata Rusia tidak menyerang sasaran sipil sebagai bagian dari operasi militer khusus," kata juru bicara kementerian pertahanan Rusia Igor Konashenkov.
Tak hanya Sinagog, pasukan Rusia juga dikabarkan telah membom puluhan gereja.
Ukraina mengklaim Rusia telah menghancurkan setidaknya 59 situs keagamaan sejak invasi dimulai.
Di antaranya adalah Katedral St Michael, katedral bersejarah yang indah di Mariupol.
Katedral indah tersebut hanya tinggal puing-puing.(Tribunpekanbaru.com).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/rusia-hancurkan-sinagog-yahudi-di-ukraina.jpg)