Breaking News:

Bukan Inggris atau Perancis, Ini Negara Eropa Pertama yang Menghentikan Pembelian Gas dari Rusia

Bukan Inggris atau Prancis, tapi Lituania, negara Eropa Pertama yang menghentikan pembelian gas dari Rusia.

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Ilham Yafiz
pixabay
Ilustrasi. Lituania menghentikan pembelian gas dari Rusia 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Bukan Inggris atau Prancis, tapi Lituania, negara Eropa Pertama yang menghentikan pembelian gas dari Rusia.

Pemerintah Lituania mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah menghentikan semua pembelian gas alam Rusia.

Pengehntian pembalian gas ini menyusul pernyataan Presiden Vladimir Putin yang meminta pembeli gas dari Rusia harus membayar menggunakan mata uang Rubel.

Rusia melakukan ini di tengah sanksi berat yang dikenakan pada Moskow atas konflik Ukraina.

"Dalam keadaan ini, permintaan Rusia untuk membayar gas dalam rubel tidak ada artinya, karena Lithuania tidak lagi memesan gas Rusia dan tidak lagi berencana untuk membayarnya," kata Kementerian Energi Lithuania dalam sebuah pernyataan yang diberitakan Rusia Today.

Lithuania adalah yang pertama di antara negara-negara UE yang secara tradisional dipasok oleh raksasa gas milik negara Rusia Gazprom untuk sepenuhnya menghentikan impor dari Moskow, klaim Menteri Energi Dainius Kreivys.

“Ini adalah hasil dari kebijakan energi multi-tahun, koheren, dan keputusan infrastruktur yang tepat waktu,” katanya.

Kementerian mengatakan bahwa jaringan distribusi gas Lithuania telah beroperasi tanpa pasokan dari Rusia sejak Jumat, yang merupakan batas waktu pembayaran Putin dalam rubel.

Langkah itu dilakukan sebagai tanggapan atas "pemerasan energi Rusia" dan konflik di Ukraina, menurut pernyataan itu.

Permintaan Putin mengharuskan pembeli untuk membuka rekening rubel di bank Rusia untuk membayar bensin mereka.
“Jika pembayaran tersebut tidak dilakukan, kami akan menganggap ini sebagai kegagalan klien untuk memenuhi kewajibannya,” katanya, Kamis.

Sebagai tanggapan, Jerman dan Austria mengaktifkan rencana darurat untuk penjatahan gas potensial.

Semua pasokan gas Lituania sekarang datang melalui terminal impor LNG Klaipeda di pantai Laut Baltik negara itu.
Terminal memiliki pemesanan untuk tiga kargo besar yang tiba setiap bulan, kata Kementerian Energi, dan gas juga dapat disediakan melalui hubungan dengan Latvia dan Polandia jika perlu.

Rusia memasok sekitar 40% dari gas yang digunakan oleh negara-negara Uni Eropa dan sekitar sepertiga dari minyak mereka.

Presiden Lituania Gitanas Nauseda telah meminta anggota UE untuk menghentikan impor gas dan minyak dari Rusia.

"Eropa harus berhenti membeli gas dan minyak Rusia karena rezim Kremlin menggunakan uang ini untuk membiayai penghancuran kota-kota Ukraina dan serangan terhadap warga sipil yang damai," kata Nauseda kepada wartawan, Kamis.

Sementara itu, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban mengatakan pada hari Jumat bahwa tidak mungkin bagi beberapa negara, termasuk negaranya, untuk mengganti pasokan gas dari Rusia.

Selain itu, Presiden Federasi Industri Jerman Siegfried Russwurm mengatakan pada hari Kamis bahwa industri Jerman akan "runtuh" ​​jika terputus dari gas Rusia.

( Tribunpekanbaru.com )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved