Breaking News:

Seorang Pemimpin Agama di India Ancam Perkosa Wanita Muslimah Jika Warga Muslim Goda Wanita Hindu

Ancaman itu ia sampaikan di dekat sebuah masjid di Sitapur kepada sejumlah warga muslim. Pemuka agama Hindu itu bernama Bajrang Muni Das.

Penulis: Muhammad Ridho | Editor: Guruh Budi Wibowo
Capture India Today
Pemuka agama Hindu di India ini ancam akan perkosa muslimah di India 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang pemimpin agama Hindu di distrik Sitapur, Uttar Pradesh negara bagian India mengancam akan memperkosa wanita muslimah jika para warga muslim menggoda wanita Hindu.

Ancaman itu ia sampaikan di dekat sebuah masjid di Sitapur kepada sejumlah warga muslim.

“Saya mengatakan ini kepada Anda (Muslim) dengan cinta bahwa jika seorang gadis Hindu digoda oleh Anda di Khairabad, saya akan membawa putri dan menantu Anda keluar dari rumah Anda dan memperkosa mereka,” ujarnya seperti dilansir dari India Today.

Pernyataannya disambut dengan sorakan pujian terhadap dewa Hindu oleh para pengikutnya.

Aksi nekatnya itu ternyata direkam dan videonya diunggah di media sosial dan viral.

Belakangan diketahui, pemuka agama Hindu itu bernama Bajrang Muni Das.

Video itu diambil pada 2 April pada hari Navratri dan Tahun Baru Hindu.

Dalam video itu, Das terdengar menuduh warga muslim mengumpulkan Rs 28 lakh untuk membunuhnya.

Dia juga mengancam akan membunuh warga muslim, yang dia tuduh telah membuat rencana untuk membunuhnya.

Video lain dari insiden itu, yang diambil dari sudut yang berbeda, menunjukkan Das mengucapkan ujaran kebencian di hadapan petugas polisi.

Das juga terdengar menyebut warga Muslim sebagai “jihadis” sambil mengeluarkan ancaman.

Setelah video itu menjadi viral di media sosial, polisi Sitapur memulai penyelidikan di bawah Inspektur Tambahan Polisi Rajiv Dikshit Utara.

Video itu mendapat kecaman dari Komisi Nasional Perempuan (NCW) India.

NCW mendesak agar polisi segera bertindak tegas terhadap para pelaku ujaran kebencian yang menyasar keselamatan para wanita di India.

“Perempuan adalah target mereka, apakah itu Hindu yang mengancam Muslim atau Muslim yang mengancam umat Hindu. Meskipun kami menerima pengaduan seperti itu berulang kali dan membawanya ke polisi, tampaknya kasusnya tidak berkurang, ”kata ketua NCW, Rekha Sharm.

NCW juga meminta agar terdakwa ditangkap sesegera mungkin, dan tindakan polisi yang tepat diambil untuk mencegah pria menggunakan bahasa cabul terhadap wanita.( Tribunpekanbaru.com).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved