Breaking News:

Berita Dumai

TNI AL Gagalkan Pengiriman 1,7 Juta Metrik Ton Minyak Sawit Ke Malaysia, Tanpa PIB Di Atas Kapal

Pengangkutan Minyak sawit ilegal oleh 10 ABK itu menggunakan kapal Tongkang Ever Carrier dan Kapal Tugboat Ever Sunrise berbendera Malaysia

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: CandraDani
istimewa
Panglima Komando Armada I TNI AL Laksamana Muda TNI Arsad Abdullah melakukan pengecekan di kapal yang menyelundupkan minyak sawit dari Dumai ke Johor, Malaysia. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Pengiriman 1.799.495 metrik ton palm acid oil atau PAO dari Kota Dumai menuju Johor, Malaysia di Selat Melaka sekitar Perairan Bengkalis, Minggu (10/04/2022), berhasil digagalkan TNI Angkatan Laut.

Pengangkutan Minyak sawit yang menggunakan kapal Tongkang Ever Carrier dan Kapal Tugboat Ever Sunrise berbendera Malaysia itu diduga non prosedural karena tidak memiliki dokumen Perizinan ekspor barang (PIB) diatas Kapal.

‎Atas keberhasilan tersebut, Panglima Komando Armada I TNI AL Laksamana Muda TNI Arsad Abdullah, langsung memimpin press release di Dermaga Lanal Dumai Kelurahan Bangsal Aceh, Senin (11/4/2022).

Panglima Komando Armada I TNI AL Laksamana Muda TNI Arsad Abdullah, didampingi Komandan Gugus Keamanan Laut Armada I Laksamana Pertama TNI Haris Bima Bayuseto, Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Himawan dan Komandan KRI Sigurot-864 Mayor Laut (P) Richard M. Pardede.

‎Pada kesempatan itu, Panglima Komando Armada I TNI AL Laksamana Muda TNI Arsad Abdullah mengungkapkan, bahwa ditengah kondisi harga minyak goreng yang meroket serta terbatasnya stok di dalam negeri, masih ada oknum oknum yang melakukan Ekspor minyak sawit non prosedural.

Dirinya memaparkan, Penegahan pengiriman minyak sawit tersebut, bermula dari kecurigaan kapao Patroli laut KRI Sigurot 864 yang tengah berada Selat Malaka.

"Kemudian, patroli KRI Sigurot melakukan pengejaran dan pengintaian di perairan usai menerima info awal. Kapal dihentikan lalu diperiksa," katanya, Senin

Panglima Komando Armada I TNI AL Laksamana Muda TNI Arsad Abdullah ‎menerangkan, dari hasil pemeriksaan dketahui dua kapal ini diawaki 10 orang.

Terdiri 6 warga Indonesia dan 4 warga asing asal Malaysia dan India.

Mereka berlayar tanpa dilengkapi dokumen dan beberapa sudah kadaluarsa.

Lebihlanjutdijelaskanya, Sejumlah dokumen tidak ada. Diantaranya nota pelayanan ekspor, dokumen pemberitahuan ekspor barang dan ijin bongkar muat barang khusus/berbahaya.

Sementara surat persetujuan keagenan kapal asing dan sertifikat anti-fouling Internasional telah kadaluarsa.

"‎Dokumen Perizinan ekspor barang (PIB) tidak ada diatas Kapal, dan patut diduga kapal tersebut melakukan pelanggaran nota pelayanan ekspor (NPE) dan pemberitahuan ekspor barang (PEB) juga tidak ada diatas kapal saat dilakukan pemeriksaan," imbuhnya.

Panglima Komando Armada I TNI AL Laksamana Muda TNI Arsad Abdullah‎ menerangkan, kapal tersebut membawa sekitar 1.799.495 metrik ton palm acid oil atau PAO dari Kota Dumai menuju Johor, Malaysia di Selat Melaka.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved