Breaking News:

Alami Patah Tulang, Anggota Satpol PP Pekanbaru Pilih Berdamai dengan Atasannya

Peristiwa itu terjadi pada Senin (4/4/2022). Pemukulan itu terjadi antara atasan dan anggota Satpol PP Pekanbaru.

intisari
ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kasus pemukulan anggota Satpol PP Kota Pekanbaru, Riau berakhir damai.

Sebelumnya, terjadi pertikaian antara bawahan dan atasan.

Hingga, kasus penganiayaan itu sempat dilaporkan istri korban ke Polsek Sukajadi.

Bahkan sudah dilakukan penyelidikan.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian, korban dan pelaku sepakat berdamai.

"Sudah berdamai. (Korban) sudah cabut laporan," kata Kanit Reskrim Polsek Sukajadi, AKP Slamet kepada wartawan, Senin (18/4/2022).

Ia menjelaskan, korban dan pelaku diperiksa pada Jumat (15/4/2022). Namun, keduanya sepakat berdamai dengan melampirkan selembar surat perdamaian.

Dia menjelaskan, sebelum korban dan pelaku ke Polsek Sukajadi, keduanya bertemu untuk berdamai.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan, Slamet mengatakan bahwa kasus pemukulan itu dipicu kesalahpahaman.

"Motifnya karena ada salah paham antara anggota dengan atasan," pungkas Slamet.

Diberitakan sebelumnya, perseteruan terjadi antara dua orang personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, Riau.

Akibatnya, salah satu anggota Satpol PP berinisial D mengalami patah tulang rahang.

Peristiwa itu berujung laporan ke Polsek Sukajadi, Pekanbaru.

Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Sukajadi, AKP Slamet membenarkan adanya laporan terkait kasus penganiayaan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved