Breaking News:

Lagi Nyuci, Payudara Mahasiswi Dielus-elus Tukang Galon yang Napsunya Sedang Meluap

kejadian itu berawal ketika orang tua korban memesan air galon kepada pelaku dan pada hari itu juga pelaku langsung mengantarkan ke rumah korban.

Editor: Muhammad Ridho
Tribun Pekanbaru/Instagram.com
ilustrasi mahasiswi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Napsu meluap, tukang galon ini nekat mengelus-elus buah dada mahasiswi yang sedang sendirian di rumah .

Selain itu dia juga mencium pipi mahasiswi tersebut.

Entah apa yang ada dalam pikiran MA (49), seorang lelaki paruh baya yang sehari-hari mengantar air galon.

Saat mengantar air galon ke salah satu rumah pelanggannya di Desa Ujunge, Kecamatan Tanasitolo, dirinya tega berbuat tak senonoh terhadap seorang mahasiswi berinisial KR (21).

MA melakukan pelecehan terhadap KR, yang sementara sendirian mencuci di rumahnya.

MA mencium pipi kiri dan kanan KR, lalu meraba bagian dadanya.

Kejadian itu terjadi pada siang hari bulan Ramadan, tepatnya pada Kamis (14/4/2022) lalu.

Lantaran trauma, korban baru melaporkannya ke pihak kepolisian, didampingi orang tuanya pada Selasa (19/4/2022).

"Terlapor sudah ditangkap sama Unit PPA tadi siang (Selasa)," kata Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah.

Lebih lanjut, kejadian itu berawal ketika orang tua korban memesan air galon kepada pelaku dan pada hari itu juga pelaku langsung mengantarkan ke rumah korban.

"Melihat di rumah hanya terdapat korban, setelah mengisi air di galon pelaku langsung merangkul korban dan langsung melakukan pelecehan dengan mencium pipi kiri dan kanan korban serta berusaha untuk memegang dada korban," katanya.

KR pun kaget, dan langsung menepis tangan pelaku dan mendorongnya, setelah itu MA pun seolah tanpa rasa bersalah pamit kepada korban.

Kini, MA yang sehari-hari bekerja mengantar air galon di salah satu depot air di Kecamatan Tempe itu mendekam di balik jeruji besi Mapolres Wajo.

Islam menyebutkan, MA terancam dipenjara selama 9 tahun, sebagaimana pasal 289 KUHP.

Tidak menutup kemungkinan, bukan cuma satu orang dan pertama kali MA melakukan pelecehan.

Namun, mantan Wakapolres Minahasa Selatan itu menyebutkan, sejauh ini keterangan tersangka masih mengatakan satu korban.

"Baru satu (korban) yang melapor. Dan keterangan tersangka belum ada yang mengarah bahwa ada korban lain," katanya.

https://makassar.tribunnews.com/2022/04/19/bejat-pengantar-galon-di-wajo-cium-dan-raba-dada- mahasiswi-saat-mencuci-begini-nasibnya-kini?page=all

( Tribunpekanbaru.com )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved