Breaking News:

Citizen Journalism

Menuju Pemilu 2024: Hentikan Politik Identitas demi Indonesia Emas

Berangkat dari dua point di atas, maka dapat dipastikan Pemilu akan tetap digelar sesuai jadwal pada 14 Februari 2024 mendatang.

IST
Jimmy Levin, SE.M, Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Lancang Kuning, Riau 

Oleh: Jimmy Levin, SE.M

Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Lancang Kuning, Riau

Pesta Demokrasi 2024 seharusnya bukan hanya sekedar bicara perebutan kekuasaan, tetapi lebih daripada itu, Pemilu harusnya membangun peradaban menuju Indonesia Emas 2045.

Wacana penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sempat membuat gaduh negeri ini. Beberapa hari yang lalu, berbagai aksi dari lapisan masyarakat turut mewarnai penolakan atas wacana itu.

Beruntung, Presiden Jokowi mengambil langkah tepat guna mengantisipasi terjadinya kondisi yang lebih parah. Ada dua ‘jurus’ yang dilakukan Jokowi dalam meredam wacana penundaan Pemilu 2024 itu.

Pertama penegasan tidak berminat 3 periode. Hal itu Presiden Jokowi sampaikan secara lisan melalui kanal YouTube Kompas TV. Kemudian, pada Selasa 12 April 2022 lalu, Presiden Jokowi secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) masa jabatan tahun 2022-2027 di Istana Negara.

Berangkat dari dua point di atas, maka dapat dipastikan Pemilu akan tetap digelar sesuai jadwal pada 14 Februari 2024 mendatang.

Di Indonesia, Pemilu merupakan wajah demokrasi nyata.

Bagaimana pemenuhan hak-hak politik warga negara dapat diakomodir. Lebih daripada itu, Pemilu juga menjadi momentum pembangunan bangsa ke arah yang lebih baik dengan memilih Pemimpin yang baru.

Akan tetapi, berangkat dari kondisi saat Pemilu 2019, tentu kita banyak memetik pelajaran.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved