Senin, 13 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pasukan Khusus Inggris Dikabarkan Sudah di Ukraina, Rusia Langsung Selidiki

Badan investigasi Rusia tengah menyelidiki adanya informasi pasukan khusus SAS di Ukraina.

Editor: Sesri
AFP
Tank Pasukan Rusia yang menginvasi Ukraina 

TRIBUNPEKANBARU. COM - Pasukan khusus militer Inggris Special Air Service (SAS) dilaporkan telah berada di Ukraina.

Badan investigasi Rusia tengah menyelidiki adanya informasi pasukan khusus SAS di Ukraina.

Menurut laporan media Rusia, RIA Novosti, para ahli sabotase dari SAS telah dikerahkan ke Ukraina barat, sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (23/4/2022).

RIA Novosti mengutip seorang sumber keamanan Rusia yang mengatakan bahwa sekitar 20 anggota SAS telah dikirim ke wilayah Lviv.

SAS adalah pasukan elite militer Inggris yang dilatih untuk melakukan operasi khusus, penginderaan, dan kontra-terorisme.

Dalam sebuah pernyataan, Komite Investigasi Rusia mengatakan akan menindaklanjuti laporan dari media tersebut.

Baca juga: Zelensky Masih Ngeyel Meski Dibombardir Rusia, Putin Sudah Klaim Kemenangan di Mariupol

Baca juga: Tak Kalah Perkasa dari Anak Muda Meski Suaminya Berusia 106 Tahun, Terungkap Rahasia Tak Lazim

RIA Novosti menuding, pasukan SAS tersebut membantu dinas khusus Ukraina dalam mengatur sabotase di wilayah Ukraina.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris enggan memberikan komentar saat dimintai keterangan dari Reuters mengenai kehadiran pasukan SAS di Ukraina.

Sebelumnya, Inggris mengatakan telah mengirim pelatih militer ke Ukraina awal tahun ini untuk menginstruksikan pasukan lokal dalam menggunakan senjata anti-tank.

Pada 17 Februari, sepekan sebelum Rusia menginvasi Ukraina, Inggris menyatakan telah menarik semua pasukannya dari Ukraina, kecuali pasukan yang diperlukan untuk melindungi duta besarnya.

Tidak jelas langkah apa yang direncanakan Komite Investigasi Rusia untuk menanggapi keterlibatan SAS di Ukraina.

Namun, apabila pasukan dari negara-negara NATO benar-benar hadir di Ukraina, konsekuensinya akan serius. Pasalnya, Rusia sebelumnya telah memperingatkan kepada Barat untuk tidak menghalangi invasinya ke Ukraina.

( Tribunpekanbaru.com / Kompas. Com) 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved