Breaking News:

Larangan Ekspor CPO dan Migor

Presiden Jokowi Larang Ekspor CPO, Petani di Riau Galau Takut Harga Sawit Anjlok, Apa Kata Disbun?

Presiden Jokowi larang ekspor CPO dan minyak goreng bikin petani di Riau galau takut harga sawit anjlok

Penulis: Rino Syahril | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/BYNTON SIMANUNGKALIT
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Presiden Jokowi larang ekspor CPO dan minyak goreng bikin petani di Riau galau takut harga sawit anjlok.

Maski kebijakan itu dilakukan pemerintah dalam menjaga ketersedian minyak goreng di dalam negeri.

Namun, dampak lain menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran bagi petani sawit jika berimbas pada harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang beberapa waktu belakangan sempat melejit naik.

Apakah akan berpengaruh terhadap harga TBS produksi petani sawit atau tidak? Begini penjelasan Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja.

Defris menyampaikan, dalam penetapan Harga TBS, regulasi yang mengatur penetapan harga TBS itu adalah Permentan 01/2018.

Khusus Provinsi Riau telah diatur secara teknis operasional dalam Pergub Riau No. 77/2020 tentang Tata Niaga TBS produksi pekebun Riau.

"Di dalam penetapan harga TBS telah diatur Permentan dan Pergub Riau yang dipengaruhi oleh Indeks K dan harga CPO serta harga PKO (kernel) dunia," jelasnya.

" Untuk Indonesia kita mempedomani harga lelang di KPBN Jakarta, lelang di KPBN berdasarkan harga CPO/PKO di pasar dunia," imbuhnya.

Dijelaskan Defris, Indonesia sebagai negara produsen CPO atau Crude Palm Oil terbesar di dunia tentu akan berkontribusi besar terhadap ketersediaan CPO di pasar dunia.

Harga CPO dunia tentu akan terpengaruh dari ketersediaan bahan baku minyak goreng tersebut, artinya hukum demand dan supply akan berlaku.

Jika harga cpo dunia naik, tentu akan berdampak terhadap naiknya harga TBS pekebun, begitu juga sebaliknya, karena penetapan harga TBS sesuai regulasi mengacu kepada harga CPO/PKO dunia," ucap Defris.

Artinya kata Defris lagi, semakin tinggi harga CPO dan harga kernel serta Indek K, maka harga TBS akan semakin meningkat. Demikian juga sebaliknya.

Harga CPO dan harga kernel sendiri tergantung harga perdagangan dunia di pasar internasional.

"Jadi terkait kekhawatiran moratorium eksport CPO akan mengakibatkan over supply bahan baku TBS sawit produksi pekebun di dalam negeri yang dikhawatirkan berdampak terhadap anjloknya harga TBS produksi pekebun karena tidak laku dijual ke pabrik PKS hingga menjadi busuk dan menimbulkan kerugian bagi petani, mungkin saja akan terjadi pada pekebun mandiri/swadaya yang belum mau untuk berkelompok atau berlembaga,"

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved