Breaking News:

Minta THR ke Pedagang Oknum Ormas Belagu, Tolak Uang Rp 50 Ribu Maunya Rp 100 Ribu

Di Kota Depok, Oknum ormas yang minta THR ini menolak bila para pedagang memberikan uang sebesar Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu.

Editor: CandraDani
ilustrasi (Thinkstock)
THR PNS 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kepolisian Sektor Bojongsari menerima laporan masyarakat terkait adanya oknum organisasi masyarakat yang meminta tunjangan hari raya (THR) kepada sejumlah pedagang di kawasan Pondok Petir, Bojongsari, Kota Depok.

Sistem yang digunakan oknum ormas ini adalah dengan menitipkan amplop tersebut kepada para pedagang.

Setelah itu, oknum ormas ini akan Kembali mengambil amplop yang telah diisi sejumlah uang oleh para pedagang.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Bojongsari, Kompol Syahrony, mengatakan, pihaknya mendapati ada lima laporan dari para pedagang yang menjadi target oknum ini.

“Siang hari ada lima amplop yang keluar. Satu hari untungnya berapa di lapak-lapak itu,” ungkap Syahrony pada wartawan, Senin (25/4/2022).

Ia mengungkapkan, oknum ormas ini menolak bila para pedagang memberikan uang sebesar Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu.

“Dikasih Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu gak mau, maunya Rp 100 ribu lalu dikalikan lima saja sudah Rp 500 ribu. Kami tekan itu, kalau memang ini kita kasih tindakan bawa ke sini, biar ketua umum yang berada di wilayah Sawangan dan Bojongsari biar ketemu sama saya,” jelasnya.

“Kalau mereka tidak mau kita didik, biar kita rapikan di lapangan tidak usah takut, kita diberi wewenang kita pasti didukung sama warga. Apalagi warga sekarang sudah menjerit,” tegasnya.

Terakhir, Syahrony berujar pihaknya mengimbau pada masyarakat Bojongsari dan Sawangan agar tidak memberikan uang kepada oknum ormas yang meminta THR.

“Kami menghimbau kepada masyarakat Sawangan dan Bojongsari jangan memberi, bila perlu laporkan kepada kami. Apabila ada ormas seperti itu laporkan ke Polsek, kita akan tindak tegas,” pungkasnya.

Ketua Umum Pemuda Pancasila Larang Angggotanya Minta THR

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno melarang anggotanya untuk minta THR Lebaran kepada siapapun.

Hal itu tertuang dalam bernomor 791.A5/MPN-PP/IV/2022 perihal instruksi tertanggal 21 April 2022.

Surat ini ditandatangani langsung Ketum MPN Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno dan Sekjen Arif Rahman.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved