Liga Italia

Steven Zhang Ingatkan Inter Milan untuk Tidak Jumawa, Scudetto Liga Italia Masih Jauh

Meski hampir dipastikan akan mempertahankan Scudetto Liga Italia musim ini, Inter Milan tak mau keburu sombong.

Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Ilham Yafiz
MIGUEL MEDINA / AFP
Presiden Inter Milan Steven Zhang 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Meski hampir dipastikan akan mempertahankan Scudetto Liga Italia musim ini, Inter Milan tak mau keburu sombong.

Presiden Inter Milan, Steven Zhang memuji penampilan anak asuh Simone Inzaghi tetapi ia memperingatkan bahwa terlalu dini untuk membicarakan Scudetto Liga Italia.

Diberitakan Football Italia, I Nerazzurri bisa naik ke puncak klasemen jika mereka memenangkan pertandingan melawan Bologna pada hari Rabu.

Inter Milan saat ini terpaut dua poin dari rival sekota mereka AC Milan, yang mengamankan poin atas kemenangan 2-1 dari Lazio kemarin.

“Tim, pelatih, dan semua anggota klub telah melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi kami hanya dapat menilainya di akhir musim,” kata Zhang kepada Sky Sport Italia dari sirkuit Imola tempat ia menyaksikan GP F1 kemarin.

“Sekarang, kami harus menutup mata dan terus mendorong. Bulan depan akan menentukan, jadi kami harus tetap fokus," lanjutnya.

Apakah dia yakin bahwa Inter Milan akan memenangkan Scudetto kedua berturut-turut musim ini?

"Saya tidak ingin membicarakannya, ini terlalu dini, Saya tenggelam dalam budaya Italia. Anda berbicara tentang hasilnya hanya setelah Anda mencapainya,” pungkas Zhang.

Inter sedang dalam perlombaan untuk memenangkan treble domestik mengingat mereka memenangkan Supercoppa pada bulan Januari dan telah lolos ke Final Coppa Italia.

Zhang menjadi presiden asing pertama yang memenangkan gelar Serie A musim lalu.

Jose Mourinho Bantu Inter Milan Raih Scudetto

Inter Milan berhasil mengamankan jalur Scudetto Liga Italia musim ini dengan meraih poin penuh kontra AS Roma.

Kemenangan ini disebut-sebut sebagai jalan tol yang diberikan Pelatih AS Roma, Jose Mourinho untuk Inter Milan.

Jose Mourinho memberikan tanggapan menarik usai timnya dituduh main mata dengan Inter Milan pada laga pekan 33 Liga Italia, Sabtu (23/4/2022) tadi malam.

Mourinho menampik isu liar yang mengarah kepadanya ketika ia dianggap mencoba membantu Inter Milan untuk bisa mempertahankan gelar juara scudetto musim ini.

Diketahui AS Roma harus kalah melawan Inter Milan dengan skor 3-1 di Stadion Giuseppe Meazza, tadi malam.

Hasil tersebut secara tidak langsung mengubah sementara posisi puncak klasemen Liga Italia pada saat ini.

Inter Milan yang berhak mengamankan tiga poin akhirnya mengkudeta posisi puncak sementara Liga Italia dari tangan AC Milan.

Tambahan tiga poin membuat Inter Milan unggul satu angka dari AC Milan yang baru bertanding pada malam ini.

Dengan menyisakan satu tabungan laga sisa, peluang Inter Milan untuk mempertahankan gelar juara memang sangat terbuka.

Dan kemenangan melawan AS Roma membuat Inter Milan berada di atas angin untuk mewujudkan target tersebut.

Setelah laga melawan Inter Milan, Mourinho menampik berbagai isu liar yang menyebut dirinya telah membantu kemenangan Inter Milan dalam laga melawan AS Roma.

"Tidak, itu tidak benar, saya memang mencintai Inter Milan dan Inter Milan mencintai saya," ujar Mourinho dilansir Football Italia.

"Tetapi saya ingin memenangkan semua pertandingan dengan AS Roma," tegasnya.

Lebih lanjut, Mourinho memang mengakui menjagokan mantan timnya itu meraih gelar juara pada akhir musim ini.

Hanya alasan Mourinho menjagokan Inter Milan lantaran mereka sudah tidak bermain melawan tim besar lagi di sisa laga musim ini.

Mourinho menegaskan dirinya sudah berusaha keras untuk memenangkan AS Roma daripada membantu kemenangan Inter Milan.

"Sekarang saya dapat mengatakan bahwa mengingat kami tidak lagi melawan Inter, Juventus hingga Napoli, saya tentu ingin Inter Milan yang memenangkan gelar juara," tegas Mourinho.

"Tapi hari ini sekali lagi, saya mencoba melupakan waktu dimana saya mencintai Inter Milan,".

"Saat ini saya mencintai AS Roma dan saya mencintai pekerjaan saya ini, saya dibayar untuk menang," tambahnya.

Berdasarkan pernyataan diatas, Mourinho seakan ingin menampik berbagai anggapan yang mengarah kepada dirinya yang seakan main mata dengan Inter Milan.

Pelatih yang dikenal dengan julukan The Special One itu menegaskan bahwa dirinya tetap bertanggungjawab dan komitmen dengan tugas yang saat ini ia jalani bersama AS Roma.

Inter Milan memastikan tiga poin kandang setelah menggasak AS Roma dengan skor 3-1 di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (24/4/2022) dini hari WIB.

Inter Milan unggul 2-0 pada babak pertama lewat lesakan Denzel Dumfries dan Marcelo Brozovic.

Nerazzurri kembali memperlebar kedudukan menjadi 3-0 lewat lesakan bomber andalannya, Lautaro Martinez.

AS Roma baru mendapatkan gol hiburan melalui kaki Henrikh Mkhitaryan di penghujung laga.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Giallorossi, dimana rekor 12 laga tak tersentuh kekalahan di Serie A akhirnya mandeg di kaki Nerazzurri.

Sedangkan tambahan poin maksimal membuat Inter Milan menduduki puncak klasemen dengan koleksi 72 angka.

Skuat asuhan Simone Inzaghi melengserkan AC Milan ke urutan kedua, Rossoneri tertinggal satu poin dari klub sekotanya itu.

( Tribunpekanbaru.com )

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved