Breaking News:

Pukulan Tyson Fury Membuat Giginya Copot, Dilian: Saya Tidak Merasa Kalah

Whyte membutuhkan oksigen setelah harapan untuk meraih gelar juara dunia pupus oleh tinju kanan Fury dan tidak memberikan wawancara

Penulis: | Editor: Firmauli Sihaloho
Adrian DENNIS / AFP
Tyson Fury (kanan) dari Inggris memukul Dillian Whyte dari Inggris di ronde keenam dan memenangkan pertarungan gelar kelas berat WBC di Stadion Wembley di London barat, pada 24 April 2022. Tyson Fury mempertahankan mahkota kelas berat WBC di Wembley yang penuh sesak pada hari Sabtu. Dalam pertarungan pertamanya di tanah Inggris dalam empat tahun, Fury disuguhi sambutan bak pahlawan oleh penonton berkapasitas 94.000 orang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pertarungan tinju kelas berat antara Tyson Fury vs Dilian White memang sudah berakhir.

Akan tetapi, apa yang terjadi selama pertandingan masih menarik untuk dibahas.

Salahs satunya bagaimana kamera TV menangkap salah satu gigi Dillian Whyte yang terbang keluar dari mulutnya.

Gigi Dia copot setelah mendapat pukulan keras dari Tyson Fury.

Pemain asal London itu juga membutuhkan jahitan di sekitar mata kanannya setelah bentrokan kepala di ronde keempat saat dirinya kalah KO di Wembley.

Whyte, 34 tahun, telah menunggu lebih dari 1.600 hari untuk pertandingan melawan sang jawara.

Ditanya tentang gigi Whyte, Fury berkata: "Sejujurnya, saya tidak melihat"

Whyte membutuhkan oksigen setelah harapan untuk meraih gelar juara dunia pupus oleh tinju kanan Fury dan tidak memberikan wawancara pasca-pertarungan.

Tapi belakangan dia berkomentar tentang pelajaran yang dia dapatkan dari kekalahan ketiganya dalam karier itu.

"Itu adalah pertarungan yang ketat dan saya tidak merasa seperti kalah di sana," katanya kepada Radio BBC seperti dikutip The Sun, Senin (25/4/2022).

“Rencana permainan saya adalah menekannya dan bergerak maju. Saya mencoba menyerang. Tetapi satu kesalahan membuat saya terkena pukulannya."

"Dia (Tyson) petarung yang sangat canggung - saya mengharapkan itu."

 
“Saya mencoba untuk mengatur dan bersabar dan mendaratkan pukulan sejak awal.

Dari ronde ketiga dan seterusnya saya mulai menekan."

"Itu adalah pengalaman belajar yang baik." 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved