Breaking News:

Berita Bengkalis

Bupati Bengkalis Minta Masyarakat Gaungkan Lampu Colok Agar Masuk Dalam Kalender Wisata Religi

Bupati Bengkalis berharap seluruh elemen di Bengkalis menggaungkan lampu colok ini dapat menjadi kalender wisata religi baru di tingkat Provinsi Riau.

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: CandraDani
ist
Bupati Bengkalis Kasmarni saat membuka Festival Lampu Colok di Desa Damai. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Bupati Bengkalis Kasmarni membuka secara resmi kegiatan festival lampu colok di Bengkalis, Kamis (28/4) malam.

Pembukaan ditandai dengan penyulutan api lampu colok di menara colok dusun Siandal Desa Damai Kecamatan Bengkalis.

Pada kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Bukkas ini menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi, berkomitmen untuk melestarikan Kembali kearifan lokal lampu colok.

Sehingga tradisi ini sampai saat ini masih terus dilaksanakan setiap tahunnya dalam menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri.

Menurut Bukkas, pelestarian budaya lokal masyarakat melayu ini harus tetap bersinar agar tak hilang ditelan zaman. Karena memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri.

Bahkan dapat membuat warga Kabupaten Bengkalis yang saat ini berada di perantauan, rindu untuk pulang berhari raya di kampung halaman. Serta dapat menarik kunjungan wisatawan.

"Tapi, jangan sampai kemeriahan dan keindahan kegiatan festival lampu colok ini, mengurangi aktivitas ibadah kita di bulan suci ramadhan, apalagi kita sudah berada di malam malam terakhir ramadhan, di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yakni malam lailatul qadar," tuturnya.

Bukkas berharap agar seluruh elemen di Bengkalis untuk terus menggaungkan lampu colok ini.

Agar festival lampu colok di Bengkalis dapat menjadi kalender wisata religi baru, di tingkat Provinsi Riau bahkan tingkat Nasional setiap tahunnya menjelang lebaran idul fitri.

"Untuk itu, menjadi tugas kita semua baik itu masyarakat, pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan budayawan, tokoh pemuda, serta semua elemen yang ada di daerah ini. Agar dapat terus melestarikan dan menghidupkan tradisi budaya lokal ini, dari generasi ke generasi," pungkasnya.(Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved