Breaking News:

Idul Fitri 1443 H

Pemprov Riau Izinkan Shalat Ied di Lapangan, Gubri Syamsuar Akan Shalat di Lapangan Masjid An Nur

Pemprov Riau mengizinkan umat muslim di Riau untuk melaksanakan sholat idul fitri di lapangan.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Sesri
Tribun Pekanbaru/ Doddy Vladimir
ILUSTRASI - Ribuan Umat Muslim memadati halaman Mesjid Raya Agung Annur Provinsi Riau di Pekanbaru Jumat (15/6) untuk menjalani Sholat Idul Fitri 1439 H. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengizinkan umat muslim di Riau untuk melaksanakan sholat idul fitri di lapangan.

Meski diperbolehkan sholat idul fitri di lapangan, namun pelaksanaanya harus dengan protokol kesehatan.

"Diperbolehkan (sholat idul fitri di lapangan), tapi harus dengan prokes, wajib menggunakan masker," kata Asisten 1 Setdaprov Riau, Masrul Kasmy, Kamis (28/4/2022).

Masrul mengungkapkan, untuk di Provinsi Riau, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar sudah menetapkan ‎dua lokasi tempat pelaksanaan idul fitri di lapangan terbuka.

Yakni di halaman kantor Gubernur Riau dan di halaman Masjid Agung An Nur.

"Untuk di provinsi pak gubernur sudah menetapkan ‎dua lokasi, di halaman kantor gubernur dan di halaman masjid agung an nur," imbuhnya.

Di dua lokasi ini nantinya Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau akan berbagi tempat.

Baca juga: Sidang Isbat Lebaran Idul Fitri, Penetapan 1 Syawal 1443 H, Jadwal dan Link Live Streaming

Baca juga: Status Kota Pekanbaru Saat Idul Fitri 1443 H Masih PPKM Level 2

Dimana sesuai jadwal, Gubernur Riau Syamsuar akan melaksanakan sholat id di halaman masjid agung An Nur, sedangkan wakil gubernur Riau akan melaksanakan shalat id di halaman kantor gubernur Riau.

"Jadwal nya seperti itu, pak gubernur di halaman masjid agung an nur dan pak wagub di halaman kantor gubernur," katanya.

Sementara ahli epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengingatkan kepada umat muslim agar tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Meski saat ini pemerintah sudah mengizinkan shalat berjamaah di lapangan tanpa jarak, namun yang tidak boleh ditinggalkan adalah masker.

"Masker tetap harus dipakai, itu saja kuncinya, tidak masalah shalat di lapangan, tapi masker jangan dilepas. Sampai dirumah langsung cuci tangan," ujarnya.

Wildan mengungkapkan, sebenarnya shalat berjamaah di lapangan terbuka jauh lebih aman jika dibandingkan dengan di dalam ruangan. Sebab di di lapangan terbuka sikulasi udara bisa bebas, sehingga penularan virus juga semakin kecil.

"Sebenarnya lebih aman di lapangan dari pada di dalam ruangan, karena kalau di lapangan kan udaranya bebas," katanya.

( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgio)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved