Breaking News:

Berita Kepulauan Meranti

Lampu Colok, Daya Pikat Kemeriahan Perayaan Idul Fitri di Meranti, Warisan Budaya yang Tetap Lestari

Lampu colok yang menjadi identitas tanda Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Kepulauan Meranti membuat perayaan Idul Fitri semakin berwarna

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru.com/Teddy Tarigan
Satu di antara lampu colok dan lampu hias yang berbentuk masjid warnai suasana Idul Fitri tahun 2022 ini di Kepulauan Meranti, Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI - Idul Fitri tahun 2022 ini terasa lebih meriah di Kabupaten kepulauan Meranti.

Lampu colok yang menjadi identitas tanda Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Kepulauan Meranti membuat perayaan Idul Fitri semakin berwarna dan bermakna.

Lampu colok dengan beragam ilustrasi dan kreativitas tersebut hampir ada di setiap desa maupun kecamatan yang ada.

Daya tariknya tetap menjadi momentum yang dinanti, serta membangkitkan kenangan setiap hari Lebaran, karena kental dengan nuansa kearifan lokal.

Bagaimana tidak ribuan lampu yang dibuat dengan minyak lampu dirangkai sedemikian rupa dengan berbagai bentuk, mulai dari mAsjid lafaz Allah, bahkan dibuat dengan efek 3D agar lebih hidup.

Selain dari lampu colok, lampu hias yang dibuat di jalan-jalan juga memberikan nuansa kemeriahan saat momen lebaran.

Berbagai kreatifitas dibuat desa dan kelurahan dibuat berbagai macam bentuk di pinggiran jalan serta tempat-tempat umum lainnya.

Setiap desa dan kelurahan seakan-akan bersaing membuat daerahnya indah dengan lampu hias.

Sajian berbagai kreatifitas tersebut membuat masyarakat juga doyan untuk melakukan swafoto.

Bahkan berbagai keindahan tersebut juga membanjiri media sosial dari warga yang mengabdikan lampu colok dan lampu hias.

Tahun ini juga Pemda Kepulauan Meranti membuat agenda melombakan lampu colok dan lampu hias.

Bupati Kepulauan Meranti H Muhammad Adil, SH, MM mengatakan kegiatan budaya yang menjadi tradisi turun temurun itu harus dilestarikan.

Selain itu daya tarik wisata lampu colok juga harus ditingkatkan, hingga memberikan dampak positif ke masyarakat Kepulauan Meranti.

"Ada multipplier effect secara ekonomi yang kita harapkan. Semoga para perantau tertarik untuk pulang kampung dan tentu saja akan berpengaruh terhadap jual beli di tengah masyarakat di berbagai sektor," jelas HM Adil.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved