Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Pedagang BRPS Akan Dipindahkan pada Mei Ini ke Pasar Induk, Ini Reaksi Anggota DPRD Pekanbaru

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Pasla, justru mengkritik rencana Pemko Pekanbaru terkait pemindahan pedagang

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Sesri
Tribun Pekanbaru/Melvinas Priananda
Suasana aktifitas bongkar muat beragam sayuran dan kebutuhan pokok lainnya di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, Sabtu (27/6). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemko Pekanbaru nampaknya kejar tayang, ikhwal pemindahan pedagang Terminal Bandar Raya Payung Sekaki ( BRPS), ke Pasar Induk Jalan Soekarno Hatta atas, bulan Mei 2022 ini.

Padahal secara fisik, pasar yang dibangun pihak ketiga, yakni PT Agung Rafa Bonai (ARB) itu, belum selesai. Namun Pemko tetap bersikeras memindahkan pedagang, dengan klaim kios yang ada di dalam kawasan Pasar Induk tersebut, sudah layak di huni.

Klaim Pemko tersebut, ternyata berbeda dengan hasil kasat mata wakil rakyat. Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Pasla, justru mengkritik rencana Pemko Pekanbaru tersebut.

Politisi PAN ini meminta, agar Pemko mempersiapkan kelayakan kios Pasar Induk itu, sebelum para pedagang dipindahkan.

"Menurut hemat saya seperti ini. Kebijakan Pemko itu harus diperhitungkan secara matang, jangan dengan kebijakan ini menimbulkan masalah baru," kata Roni Pasla kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (6/5/2022).

Baca juga: Usai Lebaran Idul Fitri, DPRD Pekanbaru Minta Pendataan Pendatang, Antisipasi Gepeng Impor

Baca juga: Jukir Dapat Paket Lebaran dari Pengelola, DPRD Pekanbaru Sebut Bisa Dijadikan Contoh

Kekhawatiran bisa menimbulkan persoalan baru tersebut, sebut Roni, para pedagang enggan masuk, karena pasarnya belum siap. Tentunya para pedagang tidak mau rugi, karena potensi untuk mengalami kerugian tersebut terbuka lebar.

Kesiapan ini yang harus diperhatikan. Sebab, jika dipaksakan dengan pasar belum layak, maka siapa yang salah nantinya.

"Siapa yang mau menempati, jika tak bisa berjualan di sana. Kan jadi masalah lagi," sebutnya.

Lebih dari itu, masih keterangan Roni Pasla, bahwa Pemko harus mengubah beberapa bagian bangunan kios, lantaran tak sesuai izin yang dimiliki pengembang. Seperti halnya dinding kios dempet dan lainnya.

Sebelumnya, Walikota Pekanbaru Firdaus MT memastikan, bahwa sesuai jadwal, pedagang di BRPS akan mulai menempati Pasar Induk pada Mei 2022, atau usai Idul Fitri 1443 H.

Walikota mengakui, untuk pembangunan fisik Pasar Induk belum sepenuhnya tuntas. Namun menurutnya, sebagian kios di Pasar Induk sudah ada yang bisa ditempati.

"Kami akui, untuk pembangunan belum tuntas. Ini karena dampak pandemi Covid-19. Yang mana krisis ekonomi membuat investor Pasar Induk mengalami kendala finansial," akunya.

( Tribunpekanbaru.com /Syafruddin Mirohi).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved