Breaking News:

Berita Riau

Petani Sawit di Riau Laporkan 5 PKS ke Polda Karena Permainkan Harga TBS

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) INHU, Riau angkat bicara soal anjloknya harga TBS menjelang akhir april

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU/BYNTON SIMANUNGKALIT
Harga sawit anjlok ditambah lagi harga pupuk yang masih mahal membuat petani kelapa sawit di Inhu semakin kesulitan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kisruh harga TBS terjadi hampir di semua provinsi penghasil sawit sudah berlangsung sejak tanggal 23 April 2022, 1 hari setelah Pidato Presiden Jokowi tentang pembatasan ekspor untuk Minyak Goreng Sawit (MGS) dan Bahan Bakunya.

Namun lambatnya respon Kementerian terkait untuk mengantisipasi kisruh, terkhusus Kementerian Pertanian, semakin memperkeruh situasi.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Indragiri Hulu (INHU), Riau angkat bicara soal anjloknya harga TBS (Tandan Buah Sawit) menjelang akhir april (24-30 April) lalu yang dilakukan sepihak oleh semua Pabrik PKS yang ada di Inhu.

Ketua Apkasindo Inhu, Emi Rosyadi, SP mengatakan penurunan harga TBS petani itu dilakukan tanpa berdasarkan harga ketetapan yang di tetapkan oleh pemerintah melalui Dinas Perkebunan Provinsi Riau.

Harusnya semua PKS Patuh terhadap Pergub Nomor 77 Tahun 2020 (turunan Permentan 01 2018), tentang Tataniaga TBS, tapi kenyataannya harga TBS malah hanya dihargai 30 persen dari harga yang ditetapkan oleh Disbun Riau.

"Kesabaran kami sudah habis, dan hari ini kami melaporkan secara resmi 5 PKS ke Polda Riau, dan menyusul 18 PKS lagi" ungkap Emi di halaman Polda Riau (6/5/2022).

Baca juga: Indonesia Baru Sehari Stop Ekspor Minyak Sawit, India Menjerit, Malaysia Langsung Naikkan Harga

Baca juga: Produk Turunan Sawit Ini Dilarang Ekspor Sampai Migor Stabil Rp14 Ribu Per Liter, Devisa Terdampak?

Emi Rosyadi, dalam penjelasannya didampingi sejumlah pengurus Apkasindo Inhu, serta penasehat hukum APKASINDO Inhu, Justin Panjaitan SH, MH menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dan keluhan para petani sawit di Inhu bahwa harga TBS mereka anjlok jauh dan potongan timbangan naik sampai 15 persen di PKS.

Laporan ini sudah berlangsung sejak 23 April lalu, namun pihaknya terlebih dahulu melakukan telaah di lapangan dan berkordinasi ke DPW APKASINDO Riau.

Dari harga penjualan TBS sebelum tanggal 22 April rata-rata masih Rp3.500-Ro.3.950/kg, sejak tanggal 23 April langsung ambruk dan saat ini hanya dihargai Rp1.000-an per Kg.

"Ini tidak manusiawi, padahal harga CPO dunia sedang melambung Rp.24.500/kg," ujar Emi.

Situasi itu terjadi hampir merata di tiap pabrik-pabrik PKS yang ada di Inhu.

"Sementara dalam pengamatan kami bersama, bahwa harga TBS yang di tetapkan oleh pemerintah dengan berbagai indikator, tidak pernah turun, masih di atas Rp.3000/kg,"jelasnya lagi.

Pihaknya percaya dengan Pemerintah, dalam hal ini Disbun Riau, yang menetapkan harga TBS setiap pekannya.

Sebagai catatan harga TBS yang ditetapkan Disbun Riau Periode 27 April-10 Mei adalah Rp.3.919/Kg.

Sementara itu, Ketua DPW APKASINDO Riau KH Suher dihubungi mengatakan bahwa memang benar DPD APKASINDO INHU melaporkan PKS- PKS di INHU, pihaknya sudah berkoordinasi di Riau.

Selanjutnya KH Suher menjelaskan, memang sudah pihaknya sudah evaluasi juga, PKS- PKS di Inhu sangat keterlaluan membeli TBS Petani, terkhusus yang Petani Swadaya. Demikian juga RAM (Pedagang Pengumpul), semua berpacu menurunkan harga TBS petani.

"Kami mohon kepada semua PKS- PKS di INHU, Riau pada umumnya, untuk melakukan pembelian TBS petani secara proporsional, jangan sepihak. Kami petani sawit jangan dijadikan tumbal untuk keuntungan berlebih, ini sudah merampok namanya", ujarnya.

"Kami juga mohon juga ke Bapak Kapolda Riau, untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut, ini untuk meredam kemarahan petani sawit, terkhusus di Riau, meskipun kami mengetahui bahwa ini berlaku juga di Provinsi lain,"ujar Suher lagi.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved