Breaking News:

Pria Ini Ngeluh di FB, Pergi Lebaran Anak Cuma Dapat THR Rp 10.000, Auto Kena Nyinyirin Warganet

Orang tersebut mengeluh karena anak-anaknya hanya mendapat THR dengan nominal yang sedikit dari tuan rumah.

Editor: Sesri
Tribun Bali
ILUSTRASI THR Lebaran 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Lebaran identik dengan tradisi memberi uang THR pada anak-anak.

Baru-baru ini unggahan netizen di media sosial jadi sorotan.

Pengguna Twitter yang diduga berada di Malaysia membagikan tangkapan layar postingan Facebook seseorang yang mengeluhkan THR yang diterima anak-anaknya.

Orang tersebut mengeluh karena anak-anaknya hanya mendapat THR dengan nominal yang sedikit dari tuan rumah.

“Kemarin saya pergi ke perayaan Lebaran di rumah saudara saya bersama anak-anak.

Ketika saya akan kembali, saudara saya memberi uang THR untuk anak-anakku.

Uang THR itu ternyata hanya 3 ringgit (Rp 10.000) saja.

Sekarang masih jaman ya memberi uang THR 3 ringgit, seperti tahun 90-an saja.

Kalau saya ke rumah teman di Penang, paling umum memberi uang THR RM5 (Rp 16.500) atau RM10 (Rp 33.000) per orang.

Jangan pelit, katanya orang kaya," tulis pria yang menggunakan dialek Kelantan itu.

Baca juga: Bukan Pasien, Mobil Ambulans yang Terobos One Way Nyalakan Sirine Ternyata Bawa Wisatawan ke Puncak

Baca juga: Warga Tak Mudik dan Dari Luar Kota Manfaatkan Libur Lebaran ke Mal, Sehari Bisa Capai 30 Ribu Orang

Melalui postingan yang sama, dia juga mengunggah foto yang menampilkan tiga lembar uang kertas RM1.

Postingan itu telah menjadi perdebatan hangat di Twitter pada Jumat (6/5/2022).

Hingga saat ini, tangkapan layar yang dibagikan oleh pengguna Twitter itu telah mengumpulkan sekitar 3.000 retweet.

Keluhan tersebut mengundang kritik di antara pengguna Twitter yang menyebut orang itu tidak tahu arti bersyukur.

Banyak warganet yang menyebut tindakan pria tersebut sangat tidak pantas, apalagi masih banyak orang yang berada dalam kesulitan ekonomi karena pandemi Covid-19.

“Tidak pantas dia mengatakan itu. Padahal, daerah itu adalah pedesaan, orang tua dan penduduk desa ada yang memberi RM2 atau RM3 kepada anak-anak yang datang berkunjung. Mereka memberi uang THR sesuai dengan kemampuannya," tulis salah seorang warganet.

“Mau merayakan kemenangan bulan puasa atau ngajarin anak nagih pajak?" sambung warganet lain.

( Tribunpekanbaru.com / TribunStyle.com)

Sumber: TribunStyle.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved