Breaking News:

Berita Dumai

Kejari Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Baznas Kota Dumai

Penyidik Kejari Dumai melakukan penahanan terhadap Zulfikar, tersangka dugaan korupsi penerimaan zakat oleh Baznas Dumai

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Penyidik Kejari Dumai melakukan penahanan terhadap Zulfikar, tersangka dugaan korupsi penerimaan zakat oleh Baznas Dumai. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai melakukan penahanan terhadap Zulfikar, tersangka dugaan korupsi penerimaan zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Dumai, dari Amil Zakat pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai, mulai 2019 hingga 2020 pada, Rabu (11/5/2022) sekira pukul 16.00 WIB.

Tersangka Zulfikar dititipkan selama 20 hari kedepan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Dumai sembari menunggu proses persidangan berlangsung.

Plt. Kajari Dumai, Dzakiyul Fikri, ‎didampingi Kasi Intelijen, Devitra Romiza dan Kasi Pidsus Herlina Samosir  membenarkan bahwa telah melakukan penahanan terhadap Zulfikar.

Ia menambahkan, ‎tersangka Zulfikar yang merupakan staf pengumpul dana zakat di Baznas Kota Dumai, diduga melakukan korupsi dana Baznas, dari RSUD Dumai, dengan jumlah sebesar Rp190.282.330.

Dana ini kemudian digunakan untuk keperluan pribadi.

Diterangkannya, dugaan tindak pidana korupsi tersebut bermula ketika adanya pergantian kepengurusan Baznas Kota Dumai pada akhir tahun 2018.

"Memanfaatkan pergantian kepengurusan tersebut, tersangka yang sebelumnya merupakan petugas pungut zakat sesuai SK Wali Kota Dumai, langsung bergerak dengan mendatangi bendahara RSUD, untuk meminta mengalihkan penyaluran zakat ASN di lingkungan RSUD Dumai yang biasanya langsung ke rekening Bank Baznas Dumai ke rekening pribadi tersangka dengan alasan pergantian pengurusan," paparnya.

Diakuinya, tersangka yang sebelumnya memang betugas sebagai petugas pungut dana Baznas sesuai SK Wali Kota Dumai.

Hal itu membuat Bendahara RSUD Dumai, tidak menaruh curiga dan menyetujui permintaan tersangka.

Dzakiyul Fikri menjelaskan, ‎untuk lebih meyakinkan bendahara RSUD Dumai, agar mau mengalihkan dana zakat ke rekening pribadinya, pelaku lantas membuat surat pernyataan palsu untuk pengalihan penyalur dana zakat RSUD Dumai ke rekening pribadi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved