Breaking News:

Berita Riau

Politisi Gerindra Riau Kutuk Singapura Soal Deportasi Ustadz Abdul Somad, Begini Katanya

Politisi Gerindra Riau yang juga anggota DPRD Riau, Hardianto mengutuk keras sikap Singapura yang melakukan deportasi terhadap UAS

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Guruh Budi Wibowo
Politisi Gerindra yang juga anggota DPRD Riau, Hardianto. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Politisi Gerindra Riau yang juga anggota DPRD Riau, Hardianto mengutuk keras sikap Singapura yang melakukan deportasi terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) Senin lalu di Pelabuhan Tanah Merah Singapura.

Menurut anak buah Prabowo Subianto itu, sikap Singapura itu menciderai hubungan baik selama ini antara Indonesia dan Singapura, apalagi yang dideportasi ini adalah warga yang datang dari Riau.

"Kita sebagai wakil rakyat, mewakili rakyat Riau dari 12 Kabupaten dan Kota mengutuk keras Singapura yang memperlakukan UAS sampai dideportasi,"ujar Hardianto.

Menurut Hardianto, alasan melakukan deportasi kepada UAS ini juga tidak masuk alasannya sehingga dinilai tidak pantas dilakukan Singapura seperti itu.

"Kenapa DPRD Riau bersikap karena kami ini adalah representatif masyarakat Riau yang merasa terluka, makanya kami mewakili rakyat,"ujar Hardianto.

Hardianto tidak ingin ada warga Riau yang diperlakukan seperti itu, termasuk warga lainnya nanti jangan sampai diperlakukan sama seperti yang dialami UAS.

"Apa alasannya UAS ditolak dan dilarang masuk negara mereka, kecuali UAS datang menghabiskan uang negara mereka, ini UAS datang hanya untuk bersilaturahmi,"ujarnya.

Jika alasan kehadiran UAS membahayakan, harusnya lanjut Hardianto, Singapura harus mencari data jelas, sehingga tidak termakan info yang salah. Apalagi UAS juga bebas masuk negara lain di Asean.

"Beliau hanya jalan-jalan dan bersama keluarga, tidak perlu ada yang ditakutkan,"ujarnya.

Sehingga menurut Hardianto, sikap Singapura itu tidak pantas dilakukan.

Apalagi alasannya soal materi ceramah UAS yang pernah menyebut tentang mati Sahid dan menyinggung agama lain.

"Kalau soal akidah ya ada disebutkan dalam kepercayaan agama, jadi itu saya rasa tidak ada masalah,"jelas Hardianto.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved