Breaking News:

Berita Inhu

Sidang Paripurna DPRD Inhu Berakhir Kisruh, Ketua BEM STIE: Jangan Banyak Drama

Sidang paripurna DPRD Inhu berakhir ricuh. Kericuhan tersebut turut menyita perhatian mahasiswa di Kabupaten Inhu.

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru
Rapat Paripurna DPRD Inhu Berakhir Kericuhan, Anggota DPRD Inhu Saling Tunjuk Jari 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) berakhir ricuh.

Kericuhan tersebut turut menyita perhatian mahasiswa di Kabupaten Inhu. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Indragiri, Handika Karismo menegaskan agar anggota DPRD Inhu tidak banyak berdrama.

"DPRD Inhu jangan banyak dramalah, fokus aja bekerja untuk kepentingan rakyat. Jangan ketika kepentingan diri sendiri baru ribut, sementara kepentingan rakyat diam tak bergeming," ujarnya.

Pantauan di dalam ruang rapat, kekisruhan dimulai dengan adanya surat masuk dari partai PPP yang menyatakan keluar dari Fraksi Gabungan Demokrat Karya Nurani Persatuan (DKNP), sedangkan surat dari DPD Nasdem menyatakan bergabung dengan Fraksi Gabungan DKNP.

Hal ini kemudian disikapi oleh Ketua Fraksi Amanat Nasional Demokrat Persatuan Indonesia (ANDPI).

Kekisruhan berlanjut dengan dipermasalahkannya surat masuk dari DPD Nasdem yang belum diregistrasi.

"Saya sedikit mengutip ucapan ketua DPRD Inhu ketika dilantik kemarin, tidak ada lawan di DPRD Inhu, semuanya kawan yang menjadi lawan adalah orang yang menghambat pembangunan di Indragiri Hulu. Makanya saya sedikit heran kenapa masalah administrasi di besar-besarkan sampai seperti itu, lebih baik DPRD Inhu fokus memperjuangkan aspirasi rakyat dan mengawasi kinerja pemerintah," ujarnya.

Menurutnya daripada ribut sesama internal DPRD Inhu disarankannya lebih memperhatikan jalan Peranap - Kelayang yang rusak parah.

"Itu kan kita bisa liat siapa kawan siapa lawan, siapa yang menghambat pembangunan di Inhu. Lawan itu ributkan," tegas Handika.

Ia berharap anggota DPRD Inhu memberikan contoh yang baik ketika berbeda pandangan.

"Bukan malah mencontohkan sebaliknya, saran saya fokus saja bekerja, kurangi dramanya," tutup Handika. (Tribunpekanbaru.com/Bynton Simanungkalit)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved