Breaking News:

Keran Ekspor CPO Dibuka

Petani Sawit Sambut Baik Kebijakan Presiden Jokowi Buka Kembali Ekspor CPO

Kebijakan Presiden Jokowi mencabut larangan ekspor CPO disambut baik Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO)

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU/BYNTON SIMANUNGKALIT
ILUSTRASI Sawit 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kebijakan Presiden Jokowi mencabut larangan ekspor CPO disambut baik Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO).

"Sawit adalah sumber nafkah kami sekaligus harapan dan masa depan ekonomi Indonesia, sawit juga telah menjadikan Indonesia disegani dunia,"ujar Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Gulat Medali Emas Manurung.

Meskipun diakui Gulat, sulit dan berat menjalani 28 hari masa-masa sulit sejak Presiden melarang ekspor, berakibat anjloknya harga TBS Petani sampai 70 persen, namun Petani Sawit berhasil melalui nya dan menunjukkan komitment bernegara, tidak melakukan hal hal anarkis.

Pihaknya juga sepakat MGS (minyak goreng sawit) harus tersedia dan terjangkau di masyarakat domestik, dan petani sawit sangat terhormat diberi kesempatan untuk mewujudkan harapan Presiden tersebut.

"Presiden mengambil keputusan yang tidak populer tersebut tentu sudah sangat-sangat mempertimbangkannya dari semua aspek dan terukur,"ujarnya.

Baca juga: VIDEO: Dewan Riau Desak Kran Ekspor CPO Dibuka Untuk Selamatkan Petani Sawit

Baca juga: Harga TBS Sawit Riau Pekan Ini Naik Tipis di Semua Kelompok Umur

Oleh karena itu Gulat mengajak untuk jadikan peristiwa Larangan Ekspor (LE) tersebut sebagai introspeksi diri Sawit Indonesia dan menjadikan nya pelajaran hebat untuk naik kelas nya tata kelola sawit Indonesia dari aspek ekonomi, sosial, dan ekologi, terkhusus naik kelasnya Petani sawit menatap masa depannya.

"LE tersebut juga sudah menyadarkan Indonesia, betapa pentingnya Sawit untuk Indonesia, baik dari segi ekonomi, sosial dan keberlanjutan, bahkan dunia yang dulunya selalu menomor tiga kan sawit,"jelas Gulat.

Kepada Petani Sawit Indonesia, Gulat juga mengajak menjaga dan memegang komitment untuk tetap "berguna" untuk Indonesia dan tentunya membayar pajak yang terkait dengan perkebunan sawit kita masing-masing.

"Tahun ini kami akan mendirikan 3 PKS yang akan terintegrasi ke Pabrik MGS. Sejak 2019 kami sudah mengajukan ke BPDPKS 10 PKS, jadi bukan karena LE ini,"ujarnya.

Hikmahnya BPDPKS langsung menyetujui permohonan APKASINDO itu. Karena memang dana itu bukan APBN tapi murni dana gotong royong sawit Indonesia.

Dimana Petani adalah pemeran utama dari gotong royong tersebut. Rencana PKS tersebut akan dialokasikan ke Papua Barat, Kalimantan Barat dan Banten.

"PKS ini akan menjadi rantai pasok biodisel ke Pertamina dan Pabrik MGS nya akan fokus melayani domestik dan akan menjadi penyeimbang dengan korporasi. Inilah salah satu Hakekat LE Pak Jokowi, menyadarkan kami Petani Sawit,"jelasnya.

Gulat juga menyampaikan terimakasih kepada kepala daerah yang sudah memperhatikan petani sawit sehingga pihaknya bisa tersenyum kembali.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved