Breaking News:

Santri Berani Buka Suara, Ngaku Jadi Korban Pencabulan Oknum Pengasuh Ponpes, Warga Dibikin Geram

Dari yang awalnya hanya diam, kini para santri mulai berani buka suara. Ngaku telah jadi korban pencabulan oleh oknum pengasuh Ponpes

Editor: Budi Rahmat
pixabay
Ilustrasi gadis yang jadi korban 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Orangtua manapun psti tidak akan bisa menerima kenyataan anak gadisnya dilecehkan sampai diperlakukan tidak senonoh.

Wajar saja pelaku akan digeruduk dan didatangi untuk dimintai pertanggungjawabannya. Tak peduli apa latar belakang pelaku itu.

Nah, itulah yang terjadi pada para orangtua yang marah besar setelah tahu anaknya dicabuli oleh salah seorang pengasuh pondok pesantren.

Tak tanggung-tanggung, warga kemudian mendatangi lokasi rumah pelaku lalu melemparinya dnegan batu karean saking kesalnya

Baca juga: Pelaku Pencabulan Remaja di Rohul Diamankan Polisi, Akui Tindakan Amoralnya

Itu bermula saat tiga santri putri di Lumajang mengaku alami pelecehan seksual saat menimba ilmu di sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Kedungjajang, Lumajang.

Pelakunya diduga FN, seorang pengasuh ponpes.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, tiga korban yang dilecehkan ini semuanya masih berusia belia. L (16), S (14), dan I (13).

Dugaan perbuatan pelecehan seksual ini terjadi sekitar bulan Januari-Maret 2022. Hal tersebut mulai tercium setelah hari libur Lebaran berakhir, kabarnya salah seorang korban enggan kembali ke ponpes.

Sikap santri inilah yang menjadi awal mula dugaan kasus pelecehan seksual tersebut mencuat. Salah seorang korban melaporkan yang dialaminya kepada orang tuanya. Kabarnya, FN mencabuli para korbannya bermula dari modus meminta pijat dengan iming-iming mendapat berkah.

Hal ini tentu saja membuat orang tua korban meradang. Wali santri itu memutuskan melaporkan pelecehan seksual yang dialami anaknya ke Kepala Desa Curah Petung.

Berita ini langsung langsung menyebar kepada para warga.

Baca juga: Apa yang Membuat Kasat Reskrim Meminta Maaf terkait Kasus Pencabulan di Sulteng?

Baca juga: Kasat Reskrim Dibuat Hormat Oleh Pelaku Pencabulan, Tangan Sampai Dicium Hingga Dipeluk Bak Saudara

Warga yang geram, langsung menggeruduk ponpes. Bahkan ada yang melempari rumah FN dengan batu. Amukan massa ini mengakibatkan jendela kaca rumah FN pecah.

Banyaknya jumlah massa yang datang, membuat seluruh penghuni ponpes ketakutan.

Namun hal ini juga yang membuat dua orang santri putri lain berani ikut buka suara. Mereka mengaku juga pernah menjadi korban.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved