Breaking News:

Kasus Cacar Monyet

Kasus Cacar Monyet Merebak di Eropa, WHO Gelar Rapat Darura

Organisasi Kesehatan Dunia WHO menggelar rapat darurat membahas wabah Cacar Monyet yang kian merebak di Eropa

Penulis: Hendri Gusmulyadi | Editor: Rinal Maradjo
Marcel Hartawan
anak diduga terkena cacar monyet 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia WHO menggelar rapat darurat membahas wabah Cacar Monyet yang kian merebak di Eropa pada pada Jumat (20/5/2022).

Hingga kini, virus yang berasal dari kawasan Afrika Barat dan Tengah telah mencapai dari 100 kasus.

Jerman merupakan negara dengan jumlah kasus Cacar Monyet terbanyak.

Namun, virus mematikan itu juga ditemukan di Belgia, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris, Amerika Serikat, Kanada dan Australia.

"Ini adalah wabah Cacar Monyet terbesar dan paling luas yang pernah terlihat di Eropa," kata layanan medis Angkatan Bersenjata Jerman, yang mendeteksi kasus pertamanya di negara itu sepekan sebelumnya.

Pertemuan WHO tersebut diinisiasi oleh Kelompok Penasihat Strategis dan Teknis tentang Bahaya Menular dengan Potensi Pandemi dan Epidemi (STAG-IH),

Dalam rapat darurat itu mereka memberi saran tentang risiko infeksi yang dapat menimbulkan ancaman kesehatan global.

Meski demikian, WHO sendiri dalam rapat itu tidak memutuskan apakah wabah itu dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional -bentuk peringatan tertinggi WHO- seperti yang diterapkan pada pandemi Covid-19.

Fabian Leendertz, dari Robert Koch Institute, menggambarkan wabah itu sebagai epidemi.

Baca juga: Saat Ini Cacar Monyet Lagi Marak, Kenali Jika di Tubuh Ada Gejala Ini, Waspadai Cara Penularannya

Baca juga: Virus Cacar Monyet Serang Amerika Serikat, Seorang Warga Dirawat Intensif di Massachusetts

“Namun, sangat kecil kemungkinan wabah ini akan berlangsung lama. Kasus-kasus tersebut dapat diisolasi dengan baik melalui contact tracing dan ada juga obat-obatan dan vaksin efektif yang dapat digunakan jika diperlukan,” katanya.

Namun, kepala WHO Eropa mengatakan dia khawatir bahwa infeksi dapat meningkat di kawasan itu ketika orang-orang berkumpul untuk pesta dan festival selama bulan-bulan musim panas yang akan berlangsung sebentar lagi.

Sejauh ini, belum ada vaksin khusus untuk Cacar Monyet ,

Tetapi data menunjukkan bahwa vaksin yang digunakan untuk membasmi cacar monyet efektif hingga 85 % melawan penyakit itu.

Di Inggris, saat ini pemerintah setempat telah meminta tenaga kesehatan di negara itu untuk disuntik dengan vaksin cacar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved