Minggu, 31 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kasus Cacar Monyet

Virus Cacar Monyet Kian Menyebar, Ini Daftar Negara yang Terdeteksi Virus Mematikan Itu

Swiss dan Israel menjadi negara terbaru yang dinyatakan terpapar kasus Cacar Monyet. WHO Menggelar rapat darurat atas merebaknya virus mematikan itu

Tayang:
Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Rinal Maradjo
Channel news Asia/CDC
Penyakit cacar monyet 

TRIBUNPEKANBARU.COM, ZURICH - Kasus Cacar Monyet kian menyebar ke berbagai belahan dunia. Terbaru, kasus Virus Cacar Monyet itu dideteksi di Israel dan Swiss.

Dengan demikian, Israel kini bergabung dengan beberapa negara Eropa dan Amerika Utara yang dinyatakan sudah terpapar kasus Virus Cacar Monyet.

Dalam beberapa minggu terakhir, lebih dari 100 kasus yang dikonfirmasi atau diduga kasus Cacar Monyet atau Monkeypox.

Berikut daftar negara yang terpapar kasus Cacar Monyet :

1.Inggris
2. Prancis
3. Jerman
4. Belgia
5. Italia
6. Portugal
7. Spanyol
8. Swedia
9. Amerika Serikat
10. Kanada
11. Australia
12. Israel
13. Swiss

WHO Rapat Darurat

Organisasi Kesehatan Dunia WHO menggelar rapat darurat membahas wabah Cacar Monyet yang kian merebak di Eropa pada pada Jumat (20/5/2022).

Hingga kini, virus yang berasal dari kawasan Afrika Barat dan Tengah telah mencapai dari 100 kasus.

Jerman merupakan negara dengan jumlah kasus Cacar Monyet terbanyak.

"Ini adalah wabah Cacar Monyet terbesar dan paling luas yang pernah terlihat di Eropa," kata layanan medis Angkatan Bersenjata Jerman, yang mendeteksi kasus pertamanya di negara itu sepekan sebelumnya.

Pertemuan WHO tersebut diinisiasi oleh Kelompok Penasihat Strategis dan Teknis tentang Bahaya Menular dengan Potensi Pandemi dan Epidemi (STAG-IH),

Dalam rapat darurat itu mereka memberi saran tentang risiko infeksi yang dapat menimbulkan ancaman kesehatan global.

Meski demikian, WHO sendiri dalam rapat itu tidak memutuskan apakah wabah itu dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional -bentuk peringatan tertinggi WHO- seperti yang diterapkan pada pandemi Covid-19.

Fabian Leendertz, dari Robert Koch Institute, menggambarkan wabah itu sebagai epidemi.

Baca juga: Saat Ini Cacar Monyet Lagi Marak, Kenali Jika di Tubuh Ada Gejala Ini, Waspadai Cara Penularannya

Baca juga: Virus Cacar Monyet Serang Amerika Serikat, Seorang Warga Dirawat Intensif di Massachusetts

“Namun, sangat kecil kemungkinan wabah ini akan berlangsung lama. Kasus-kasus tersebut dapat diisolasi dengan baik melalui contact tracing dan ada juga obat-obatan dan vaksin efektif yang dapat digunakan jika diperlukan,” katanya.

Namun, kepala WHO Eropa mengatakan dia khawatir bahwa infeksi dapat meningkat di kawasan itu ketika orang-orang berkumpul untuk pesta dan festival selama bulan-bulan musim panas yang akan berlangsung sebentar lagi.

Sejauh ini, belum ada vaksin khusus untuk Cacar Monyet ,

Tetapi data menunjukkan bahwa vaksin yang digunakan untuk membasmi cacar monyet efektif hingga 85 % melawan penyakit itu.

Di Inggris, saat ini pemerintah setempat telah meminta tenaga kesehatan di negara itu untuk disuntik dengan vaksin cacar.

Sejak tahun 1970, kasus cacar monyet telah dilaporkan di 11 negara Afrika.

Nigeria telah mengalami wabah besar yang sedang berlangsung sejak 2017.

Sejauh tahun ini, ada 46 kasus yang dicurigai, di mana 15 di antaranya telah dikonfirmasi, menurut WHO.

Kasus Eropa pertama dikonfirmasi pada 7 Mei 2017 pada seorang individu yang kembali ke Inggris dari Nigeria.

Sejak itu, lebih dari 100 kasus telah dikonfirmasi di luar Afrika.

( Tribunpekanbaru.com / Firmauli Sihaloho )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved