Breaking News:

Harga Sawit di Riau

Gubernur Riau Ancam Sanksi Pabrik Kelapa Sawit yang Beli Sawit Tak Sesuai Harga Pemerintah

Gubernur Riau meminta pabrik kelapa sawit (PKS) membeli sawit sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM/SYAIFUL MISGIO
Gubernur Riau Syamsuar Ancam Beri Sanksi Pabrik Kelapa Sawit yang Beli Sawit Tak Sesuai Harga Pemerintah. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pascapencabutan larangan ekspor CPO dan turunannya oleh Presiden Jokowi, Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar langsung mengeluarkan Surat Edaran (SE).

SE berisi percepatan penyerapan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun mengacu pada harga penetapan pemerintah.

SE ini dikeluarkan guna menindaklanjuti pengumuman Presiden RI tanggal 19 Mei 2022 tentang pembukaan kembali ekspor minyak goreng yang akan diberlakukan mulai tanggal 23 Mei 2022.

Permendag Nomor 30 Tahun 2022 tanggal 23 Mei 2022 tentang Ketentuan Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olen dan Used Cooking Oil.

Serta menindaklanjuti surat Menteri Pertanian Nomor 101/KB.020/M/5/2022 tanggal 20 Mei 2022 perihal Percepatan Penyerapan Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Pekebunan.

"Sekali lagi kami agar seluruh pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) segera melakukan percepatan penyerapan TBS kelapa sawit pekebun dengan harga pembelian TBS," kata Gubernur Riau Syamsuar, Selasa (24/5/2022).

Sesuai SE Gubernur Riau ditegaskan, harga pembelian TBS mengacu pada harga yang telah ditetapkan oleh Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Provinsi Riau.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2018 dan Peraturan Gubernur Riau Nomor 77 Tahun 2020.

Selanjutnya, bagi PKS yang tidak mentaati dan tidak melaksanakan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2018 dan Peraturan Gubernur Riau Nomor 77 Tahun 2020, akan diberikan peringatan atau sanksi sesuai dengan ketentuan dimaksud.

"Bagi pabrik pengolahan kelapa sawit yang tidak mentaati peraturan ini akan diberikan peringatan dan sanksi," katanya.

( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgio )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved