Breaking News:

Idul Fitri Selesai, Rumah Tangga Pun Berantakan, Ratusan Pasutri Ajukan Cerai Pasca Lebaran

Ratusan pasangan suami istri akhirnya mengajukan cerai ke pengadilan agama setelah merayakan hari raya idul fitri atau lebaran 2022

SURYA.CO.ID/Hanif Manshuri
Warga yang sedang urusan di Pengadilan Agama Lamongan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Setelah melewati hari yang fitri atau lebaran 2022 ini, nampaknya tak membuat semua orang bahagia.

Ada yang justru rumah tangganya malah berakhir setelah hari raya.

Menjadi momen tarakhir merayakan hari lebaran sebagai pasangan suami istri, hal itulah yang kini dialami oleh ratusan pasangan ini.

Mengutip dari Surya.co.id, fenomena perkara pengajuan cerai pasca Idul Fitri 1443 Hijriah di Lamongan cukup tinggi.

Terhitung 22 hari setelah Lebaran Idul Fitri, tercatat ada sebanyak 236 perkara per ceraian yang masuk di Pengadilan Agama (PA) Lamongan di Jalan Panglima Sudirman.

"Pasca Lebaran ada 236 perkara per ceraian yang masuk di PA. Sedang perkara sebelumnya tersisa sebanyak 209 perkara, " kata Panitera Muda Hukum PA Lamongan, Mazir kepada wartawan, Selasa (24/5/2022).

Menurutnya, PA juga berhasil memediasi sehingga ada yang mencabut perkara gugatannya sebanyak 20 orang.

Total  perkara mencapai  445 perkara. Dari beban perkara itu, 20 di antaranya dicabut dan 176 sudah diputus. Sehingga saat ini masih ada sisa 249 perkara.

Pemicu per ceraian, dari data di Pengadilan Agama (PA) Lamongan, adalah karena  faktor ekonomi. Kondisi ekonomi lemah, bahkan yang tidak stabil ditengarai menjadi pemicu tingginya angka per ceraian.

"Selama  bulan Januari hingga 2 Mei 2022, tercatat ada 1.173 perkara yang masuk," katanya.

Dari catatan yang ada di PA tingginya per ceraian itu banyak dilakukan oleh para istri yang menggugat cerai.

Perkara per ceraian di Lamongan ini didominasi oleh kasus isteri yang menggugat suaminya. Dan paling banyak penyebabnya adalah soal ekonomi. Tapi ada juga  karena cekcok, perselingkuhan kerena pihak ketiga.

"Hanya didominasi faktor ekonomi," katanya.

Saat Ramadan kemarin, Mazir menerangkan, perkara per ceraian yang masuk sempat menurun. Ia menyebut, mungkin banyak masyarakat yang khusyuk beribadah, sehingga kalau ada masalah biasanya cenderung bisa meredam emosi. 

Halaman
12
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved