Breaking News:

Berita Riau

Anak dan Bapak di Rohil Kompak Korupsi, Kas Kepenghuluan Tekor dan Negara Rugi Rp411 Juta

Keduanya diduga menyelewengkan uang dari Alokasi Dana Kepenghuluan (ADK) dan Dana Kepenghuluan (DK) Panipahan Laut, Kecamatan Pasir Limau Kapas,

Penulis: Rizky Armanda | Editor: CandraDani
TribunPekanbaru/DavidTobing
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Anak dan Bapak di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, kompak melakukan perbuatan diduga korupsi.

Kas Kepenghuluan setempat, mengalami tekor dan negara merugi Rp411 juta.

Keduanya tak lama lagi akan segera menjalani proses persidangan.

Mereka yakni Hendri Saidirman, selaku Penghulu Panipahan Laut pada tahun 2919 dan ayahnya, M Idris Daud.

Keduanya diduga menyelewengkan uang dari Alokasi Dana Kepenghuluan (ADK) dan Dana Kepenghuluan (DK) Panipahan Laut, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Tahun Anggaran 2019.

Hendri sebagai Penghulu Panipahan Laut, diduga bekerjasama dengan ayahnya, M Idris yang bertindak sebagai pihak pelaksana dalam kegiatan yang bersumber dari ADK dan DK Panipahan Laut.

Pengusutan perkara ini sebelumnya dilakukan penyidik kepolisian Unit Tipikor Satuan Reskrim Polres Rohil.

Saat itu ditemukan ketekoran kas dan kelebihan pembayaran dari 3 kegiatan pembangunan program padat karya Kepenghuluan.

Akibatnya timbul kerugian negara sebesar Rp411.353.400, berdasarkan penghitung yang dilakukan Inspektorat Rohil.

Uang tersebut diketahui telah disita dan akan menjadi barang bukti dalam perkara ini.

Berkas perkara keduanya sudah dinyatakan lengkap. Kedua tersangka berikut barang bukti juga sudah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Rohil.

Tim JPU dari Kejari Rohil, juga telah melengkapi administrasi dan merampungkan surat dakwaan. Berkas perkara sudah dilimpahkan ke pengadilan.

"Hari ini telah dilimpahkan berkas perkara tersebut ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, langsung diserahkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Rohil, Bapak Herdianto kepada Panmud Tipikor PN Pekanbaru," kata Kasi Intelijen Kejari Rohil, Yogi Hendra, Jumat (27/5/2022).

Lanjut dia, dengan telah dilimpahkannya berkas perkara, maka saat ini tim JPU tinggal menunggu penetapan jadwal sidang serta penunjukkan majelis hakim oleh Ketua PN Pekanbaru.

"Mungkin dalam waktu dekat ini, dua tersangka bisa disidangkan," sebutnya.

Ia menambahkan, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Undang-undang (UU) RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.( Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved