Breaking News:

Berita Inhu

Larangan Ekspor Dicabut Pusat, Petani Inhu Mulai Rasakan Kenaikan Harga Sawit

Menurut Ketua Apkasindo Inhu setelah larangan ekspor dicabut pusat, harga TBS di Kabupaten Inhu mulai mengalami kenaikan.

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky
Para petani sedang menimbang tandan buah segar (TBS) sawit 

TRIBUNPRKANBARU.COM, RENGAT - Setelah Presiden RI, Joko Widodo mencabut kebijakan larangan ekspor CPO, harga TBS di Kabupaten Inhu mulai membaik.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Inhu, Emi RosyadiRosyadi mengatakan setelah larangan ekspor dicabut, harga TBS di Kabupaten Inhu mulai mengalami kenaikan.

"Sekarang sudah mulai ada kenaikan harga TBS, tapi gak banyak," ujar Emi, Jumat (27/5/2022).

Emi menyampaikan bahwa saat ini, pihaknya saat ini harga pembelian TBS di Kabupaten Inhu sudah mencapai Rp 17.500 per kilogram hingga Rp 19.000 per kilogram.

Emi memprediksi bahwa harga TBS akan terus naik mulai pekan depan.

"Sabar saja, kemungkinan harga TBS ini akan terus naik," ujarnya.

Hasil Monitoring Tim Disbun Riau

Sebelumnya sebagaimana diberitakan beberapa waktu lalu, selama dua hari tim Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau melakukan monitoring harga TBS di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Total lima Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ditinjau oleh tim Pemerintah Provinsi Riau.

Kepala Bidang Dinas Pertanian dan Perikanan (Disnakan) Inhu, Faisal mengungkapkan setelah dilakukan monitoring tim menemukan tiga kesimpulan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved