Breaking News:

Subsidi Minyak Goreng Dicabut

Disperindag Pekanbaru Tunggu Teknis Kebijakan Penghentian Subsidi Minyak Curah

Pemerintah dikabarkan bakal mencabut subsidi minyak goreng curah pada 31 Mei 2022.

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Guruh Budi Wibowo
Pemerintah dikabarkan bakal mencabut subsidi minyak goreng curah pada 31 Mei 2022. FOTO: Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut saat memberi keterangan terkait pengelolaan pasar tradisional ke sejumlah awak media di Kantor Walikota Pekanbaru, Rabu (6/2/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah dikabarkan bakal mencabut subsidi minyak goreng curah pada 31 Mei 2022 nanti.

Cahaya menanggapi biasa kabar itu. Ia mengaku sehari - hari menggunakan minyak goreng kemasan.

"Kalau minyak goreng curah ya biasa saja. Sebaiknya harga minyak goreng kemasan ditinjau lagi," harap warga Kelurahan Tobek Godang ini.

Ibu rumah tangga ini setiap pekan rutin membeli minyak goreng kemasan ukuran dua liter. Ia membelinya dengan harga berkisar Rp 45.000 hingga Rp 49.000.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pedagang di Riau Khawatir Subsidi MInyak Goreng Curah Dicabut

Baca juga: Subsidi Minyak Goreng Curah Akan Dicabut, Begini Respon Pemprov Riau

Baca juga: Subsidi Minyak Goreng Curah Akan Dicabut, Dewan Riau Minta Jangan Sampai Masyarakat Menjerit Lagi

"Kalau memang sudah dicabut subsidinya, ya harga minyak goreng mestinya bisa normal lagi," ulasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut mengaku pihaknya mengaku belum dapat informasi resmi dari Kementrian Perindustrian RI terkait kebijakan ini.

Ia mengatakan bahwa pihaknya juga menanti arahan dari Pemerintah Provinsi Riau terkait kebijakan pemerintah pusat.

"Kan nanti bagaimana teknisnya atau implementasinya perlu kita pahami," paparnya.

Ingot mengatakan bahwa minyak goreng curah saat ini masih beredar di pasaran sesuai sistem penyaluran yang ada.

Ia mengaku masih melihat dulu seperti apa kebijakan penghentian subsidi minyak curah.

"Nanti kita lihat apa itu berlaku nasional, atau memang di wilayah tertentu. Mak kita lihat dulu seperti apa aturannya," jelasnya.

Ingot menyebut bahwa kebijakan ini tentu punya pengaruh terhadap harga minyak goreng di pasaran.

Ia mengaku tidak bisa menyimpulkan begitu dini apalagi Presiden RI sudah membuka kembali kran ekspor CPO seiring pencabutan larangan ekspor CPO.

"Maka kita bakal pahami kebijakan tersebut, agar nantinya harga minyak goreng bisa terkendali," jelasnya.

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved