Breaking News:

Subsidi Minyak Goreng Dicabut

Subsidi Minyak Goreng Curah Dicabut, Begini Respon Pedagang Pasar Bangkinang Kampar

Pedagang pasar di Bangkinang Kampar memngajukan permintaan mengenai kebijakan pemerintah mencabut subsidi minyak goreng curah.

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM/DODI VLADIMIR
Pedagang pasar di Bangkinang Kampar memngajukan permintaan mengenai kebijakan pemerintah mencabut subsidi minyak goreng curah. FOTO ILUSTRASI: Pedagang sedang mengemas minyak goreng curah di kedainya di Pasar Tradisional Limapuluh, Pekanbaru, Rabu (2/2/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Pedagang pasar di Bangkinang Kampar menolak kebijakan pemerintah mencabut subsidi minyak goreng curah.

Kebijakan yang akan berlaku mulai 31 Mei 2022 ini dinilai akan semakin menyusahkan masyarakat.

Opsi penolakan dikemukakan oleh Ketua Persatuan Pedagang Pasar Plaza Bangkinang (PPPB), Indra Nazarudin.

"Kita minta kalau bisa pemerintah jangan mencabut subsidi minyak goreng curah," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (29/5/2022).

Menurut dia, pemakaian minyak goreng curah semakin meningkat.

Ini terlihat dari penjualan dan pembelian di pasar. Ini karena Minyak Goreng kemasan sempat langka dan harganya terlalu mahal.

"Sekarang banyak yang beralih ke minyak goreng curah. Semua. Sampai rumah tangga," ujarnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pedagang di Riau Khawatir Subsidi MInyak Goreng Curah Dicabut

Baca juga: Subsidi Minyak Goreng Curah Akan Dicabut, Dewan Riau Minta Jangan Sampai Masyarakat Menjerit Lagi

Baca juga: Subsidi Minyak Goreng Curah Dicabut, Pedagang di Inhu Sebut Bakal Naik Rp 20 Ribu per Kilogram

Ia menambahkan, ketergantungan terhadap minyak goreng curah masih tinggi walau yang jenis kemasan sudah tidak langkah.

Sebab harga minyak goreng kemasan masih tetap tinggi.

Saat permintaan akan minyak goreng kemasan tinggi, tetapi pemerintah malah menghentikan subsidi.

Jika subsidi disetop, tentu harga minyak goreng curah bakal naik. Bukan lagi Rp. 14.000 per liter.

"Saya rasa pemerintah harus berpikir ulang. Sebaiknya subsidi jangan dicabut. Masyarakat nggak ada pilihan lain selama minyak goreng yang kemasan masih mahal," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved