Breaking News:

Berita Inhu

Tertipu Arisan Bodong, Guru di Inhu Rugi Ratusan Juta, Pelaku Diringkus, Begini Modus Gaet Peserta

RF (34), guru di Inhu rugi puluhan juta rupiah setelah gilirannya untuk terima uang arisan, admin terus menunda pembayaran

ISTIMEWA
Polres Inhu mengamankan dua orang tersangka arisan bodong berinisial MR (39) dan DK (29). Seorang guru jadi korban hingga derita kerugian ratusan juta. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Kasus arisan fiktif alias bodong sepertinya tidak pernah habis. Kali ini seorang guru di Inhu tertipu hingga ratusan rupiah akibat arisan bodong.

RF (34) wanita berprofesi guru di Air Molek Kecamatan Pasir Penyu, Inhu, rugi puluhan juta rupiah setelah gilirannya untuk terima uang arisan, admin terus menunda pembayaran.

Bahkan pelaku sempat melarikan diri.

Untung saja tim Opsnal Satreskrim Polres Inhu berhasil meringkus pelaku, MR (39) perempuan warga Kelurahan Sekip Hulu, Kecamatan Rengat dan DK (29) warga asal Pekanbaru.

Keduanya dibekuk di sebuah rumah di Reteh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (14/5/2022) sekitar pukul 03.00 WIB dinihari.

Kapolres Inhu AKBP Bachtiar Alponso, melalui PS Kasubsi Penmas Polres Inhu, Aipda Misran yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (31/5/2022) membenarkan pengungkapan kasus arisan bodong di Kota Rengat tersebut.

Dijelaskan Misran, pada tanggal (20/6/2020), korban mengikuti program arisan yang diketuai oleh pelaku.

Sistem arisan tersebut cukup menggiurkan siapa saja, sebab dengan hanya sekali bayar Rp300 ribu, maka dalam waktu tertentu akan menerima Rp 1 juta atau bayar Rp300 get Rp 1 juta.

Untuk pembayaran pertama, kedua dan ketiga lancar, namun pada pembayaran keempat mulai macet.

Ketua arisan selalu menunda pembayaran dengan berbagai alasan, bahkan hingga 18 Maret 2022, ketua tak kunjung membayar hak korban.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved