Breaking News:

KAMI Tolak Kenaikan Tarif Listrik, Sebut Visi Nawa Cita Jokowi hanya Lips Service

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menolak kenaikan tarif listrik yang diterapkan oleh pemerintah. 

Editor: Rinal Maradjo
istimewa
KAMI Riau 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menolak kenaikan tarif listrik yang diterapkan oleh pemerintah. 

Kenaikan tarif listrik tersebut dinilai akan menambah beban masyarakat pasca pandemi covid-19 yang meluluhlantakan segala sektor ekonomi.

"Ini sangat menyakiti hati dan semakin menambah beban rakyat kecil. Kondisi ekonomi rakyat masih belum pulih dari himpitan kenaikan BBM dan Gas 3 kg serta kelangkaan dan melonjaknya harga minyak goreng secara gila-gilaan sekarang ditambah lagi dengan listrik naik," sebut Presidium KAMI Riau Muhammad Herwan, dalam rilis yang diterima Tribunpekanbaru.com pada Rabu (1/6/2022).

Ia menyebutkan, sepertinya rezim pemerintahan yang berkuasa saat ini tak peduli lagi dengan penderitaan rakyat.

Satu sisi rakyat semakin ditindas dengan himpitan ekonomi akibat naiknya harga barang kebutuhan pokok, ditambah dengan beban pajak dan dampak ekonomi pandemi covid-19 yang melanda pada 3 tahun terakhir.

Sementara itu, tambahnya, para wakil rakyat yang duduk manis dan nyaman di DPR RI maupun DPRD sepertinya acuh dan tak ada sense of crisis terhadap kondisi ini.

"Malah mereka sibuk dan mabuk membuat aksi melanggengkan kekuasaan, padahal 2024 masih lama, nasib rakyat tak jadi perhatian mereka," katanya.

Ia menjelaskan, dengan rentetan penambahan penderitaan rakyat tersebut, sila kelima Pancasila dan Nawa Cita Jokowi hanya menjadi lip-service dan slogan pencitraan belaka.

Melihat situasi seperti ini, kata Herwan, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) kembali menyuarakan dan menyampaikan pernyataan sikap Nomor : 20/V/2022.

Berikut pernyataan sikap tersebut :

Pernyataan Sikap KAMI Lintas Provinsi

Menolak Kenaikan Tarif listrik dan Penghapusan Subsidi Listrik bagi Rakyat

Nomor : 20/V/2022

Bahwa listrik adalah bagian dari hajat hidup orang banyak karena telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat dan mengingat tenaga listrik merupakan cabang produksi yang penting bagi negara sebagai konsekwensi dari hasil pemanfaatan kekayaan alam maka listrik harus dikuasai oleh negara dan negara berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat sebagaimana amanat Pasal 33 Undang Undang Dasar 1945.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved