Breaking News:

Berita Pekanbaru

Pedagang Minyak Goreng Curah di Pekanbaru Masih Jual dengan Harga Lama, Harga Baru Naik Seribu

sebagian pedagang sudah mulai menaikkan harga minyak goreng, dan sebagainya lainnya masih bertahan dengan harga sebelumnya, Rp 14 ribu

Penulis: Alex | Editor: Nurul Qomariah
KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA
Ilustrasi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Seiring dengan dimulai dicabutnya subsidi minyak goreng curah oleh pemerintah, sebagian pedagang sudah mulai menaikkan harga minyak goreng, dan sebagainya lainnya masih bertahan dengan harga sebelumnya, dengan harga Rp 14 ribu per liternya.

Seperti di Jalan Cipta Karya Pekanbaru, Kedai Ajo masih menjual dengan harga Rp 14 ribu per liter, karena dirinya masih cukup banyak memiliki stok minyak goreng curah sebelumnya.

"Harganya masih Rp 14 ribu per liter kita jual. Stok kita masih ada yang sebelumnya. Tapi belum tau nanti, tergantung modal, berapa nanti dari suplier," kata Ajo kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (1/6/2022).

Namun demikian, masyarakat tidak berbondong-bondong datang membeli minyak tersebut, namun hanya beberapa orang saja, walau ada juga di antaranya yang membeli dalam jumlah cukup banyak dengan derigen.

"Saya kebetulan jualan, jadi memang beli satu derigen besar biasanya. Bukan karena subsidi dicabut. Kawatir harga naik pasti, tapi semoga tidak begitu tinggi lah naiknya nanti," ujarnya.

Tapi berbeda situasinya di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru, penghapusan subdisi kinyak goreng langsung berimbas pada harga jual pedagang kepada pembeli.

Karena modal yang didapat dari suplier juga menjadi naik.

Seperti eorang pedagang di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru, Af mengatakan, bahwa pihaknya sudah menaikkan harga sebanyak Rp 1.000 dari harga sebelumnya.

Kenaikan harga itu sudah dimaklumi oleh kebanyakan pelanggannya.

"Naik Rp 1.000 mulai hari ini, karena harga modal kita juga naik dari suplier sejak dihapuskannya subsidi oleh pemerintah," imbuhnya.

Sedangkan harga minyak goreng curah di Pasar Pagi Arengka didapatkan para pedagang sudah sejak beberapa waktu lalu tidak dengan harga subsidi, sehingga harga jual adalah Rp 17.000.

Dengan naiknya Rp 1.000 penjualan per liternya kini menjadi Rp 18.000.

( Tribunpekanbaru.com / Alexander )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved