Breaking News:

Pawang Hujan Nanti Dulu, Formula E Jakarta Kedepankan Ilmiah, Prakiraan Cuaca BMKG Jadi Panduan

Tak akan ada atraksi pawang hujan layaknya Motogp Mandalika, Formula E akhir pekan ini akan mengedepankan faktor ilmiah.

Editor: Ilham Yafiz
Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha
Video udara memperlihatkan Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Selasa (17/5/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tak akan ada atraksi pawang hujan layaknya Motogp Mandalika, Formula E akhir pekan ini akan mengedepankan faktor ilmiah.

Faktor cuaca menjadi sorotan tersendiri pada balapan Jakarta E-Prix yang akan menjadi seri ke-9 Formula E, Sabtu (4/6/2/2022).

Seperti halnya pada balapan lain di dunia otomotif, faktor cuaca akan sangat mempengaruhi peforma kendaraan pada pebalap.

Aspek pemilihan ban, menjadi sangat krusial saat 22 pembalap akan memacu jet darat bertenaga listrik mereka untuk menjadi yang nomor satu di Jakarta.

Terkait faktor cuaca, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan, pihak penyelenggara balapan tidak akan menggunakan jasa pawang hujan seperti yang terjadi di MotoGP Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika beberapa waktu lalu.

Adapun untuk balapan Formula E yang berlangsung di Jakarta International E-Prix Circuit di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Anies menyebut pihaknya akan memantau kondisi cuaca berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Balapan Formula E akan menjadi sangat monumental bagi Jakarta bahkan Indonesia. Kesuksesannya akan menjadi pertaruhan besar.

Setelah insiden robohnya atap tribun karena badai, cuaca menjadi hal yang dikhawatirkan.

Setidaknya kekhawatiran akan hal serupa kembali terjadi tidaklah megada-ada.

Selain itu, jika cuaca terik, juga akan menjadi tantangan tersendiri bagi pembalap dalam mengendarai mobil super cepatnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved