Breaking News:

Putin Lakukan Kesalahan Bersejarah di Ukraina, Presiden Prancis: tapi Rusia Tak Boleh Dipermalukan

Dia juga mengatakan pelabuhan di bawah kendali Kyiv, khususnya, Odesa, dapat digunakan tetapi meminta perairan di sekitar pelabuhan

Sergei GUNEYEV / SPUTNIK / AFP
Presiden Prancis Emmanuel Macron menghadiri konferensi pers bersama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (di luar bingkai) di Moskow, awal 8 Februari 2022. Upaya internasional untuk meredakan kebuntuan atas Ukraina diintensifkan dengan Presiden Prancis mengadakan pembicaraan di Moskow dan Kanselir Jerman di Washington untuk mengoordinasikan kebijakan karena kekhawatiran akan invasi Rusia meningkat. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kesalahan bersejarah dan mendasar dengan menginvasi Ukraina.

Hal ini disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam sebuah wawancara dengan media negara itu, Jumat (3/6/2022).

Meski demikian, lanjut Macron, Rusia tidak boleh dipermalukan sehingga ketika pertempuran berhenti, jalan keluar bisa didapatkan melalui cara-cara diplomatik.

"Saya mengatakan kepadanya (Putin) bahwa dia membuat kesalahan bersejarah dan mendasar untuk rakyatnya, untuk dirinya sendiri dan untuk sejarah," kata Macron seperti dikutip Al Jazeera.

"Saya pikir dia telah mengisolasi dirinya sendiri. Mengisolasi diri sendiri adalah satu hal, tetapi bisa keluar darinya adalah jalan yang sulit," lanjutnya.

Sementara itu, Putin pada hari Jumat menyalahkan Barat atas munculnya krisis pangan dan energi global.

Dia mengulangi tawaran pemerintahnya tentang jalur aman bagi kapal yang mengekspor biji-bijian dari Ukraina.

"Tentu saja, kami sekarang melihat upaya untuk mengalihkan tanggung jawab atas apa yang terjadi di pasar makanan dunia, masalah yang muncul di pasar ini, ke Rusia," kata Putin kepada TV Rusia.

"Saya harus mengatakan bahwa ini adalah upaya, seperti yang dikatakan orang-orang kami, untuk mengalihkan masalah ini dari kepala yang sakit ke kepala yang sehat."

Tentara Rusia telah merebut sebagian besar garis pantai selatan Ukraina selama perang 100 hari dan kapal perangnya mengontrol akses ke pelabuhan Laut Hitam negara itu.

Namun mereka terus menyalahkan Ukraina dan Barat atas terhentinya ekspor gandum Ukraina.

Dia juga mengatakan pelabuhan di bawah kendali Kyiv, khususnya, Odesa, dapat digunakan tetapi meminta perairan di sekitar pelabuhan yang dikuasai Ukraina untuk dibersihkan dari ranjau oleh Ukraina.

Rusia sebagai gantinya akan mengizinkan kapal-kapal itu melintas dengan aman, kata Putin.

Pilihan transportasi lainnya termasuk Sungai Danube melalui Rumania, Hongaria atau Polandia, tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved