Breaking News:

Putin Lakukan Kesalahan Bersejarah di Ukraina, Presiden Prancis: tapi Rusia Tak Boleh Dipermalukan

Dia juga mengatakan pelabuhan di bawah kendali Kyiv, khususnya, Odesa, dapat digunakan tetapi meminta perairan di sekitar pelabuhan

Sergei GUNEYEV / SPUTNIK / AFP
Presiden Prancis Emmanuel Macron menghadiri konferensi pers bersama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (di luar bingkai) di Moskow, awal 8 Februari 2022. Upaya internasional untuk meredakan kebuntuan atas Ukraina diintensifkan dengan Presiden Prancis mengadakan pembicaraan di Moskow dan Kanselir Jerman di Washington untuk mengoordinasikan kebijakan karena kekhawatiran akan invasi Rusia meningkat. 

Seperti dilansir kantor berita TASS yang dikelola negara, Putin juga mengatakan sanksi Barat terhadap Rusia hanya akan memperburuk pasar dunia.

Dia mengatakan inflasi berasal dari "mesin cetak" dolar yang belum pernah terjadi sebelumnya selama pandemi virus Corona dan menyalahkan kebijakan Eropa yang picik karena kurangnya investasi dalam alternatif pasokan energi tradisional dan kenaikan harga.

Putin berjanji jika perairan Ukraina ditambang, Rusia tidak akan menyerang pengiriman biji-bijian dan menyarankan pengiriman dapat dilakukan dari pelabuhan Berdyansk atau negara lain, seperti Belarus.

"Tidak ada masalah untuk mengekspor biji-bijian dari Ukraina," katanya, menambahkan hal itu dapat dilakukan melalui pelabuhan Ukraina, melalui pelabuhan lain di bawah kendali Rusia, atau bahkan melalui Eropa tengah.

Putin menuduh Barat menggertak dengan mengklaim Moskow mencegah ekspor biji-bijian dari Ukraina.

Rusia dan Ukraina menyumbang hampir sepertiga dari pasokan gandum global.

Sementara Rusia juga merupakan pengekspor pupuk global utama dan Ukraina adalah pengekspor utama minyak jagung dan bunga matahari.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved