Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Viral Oknum Kepala Sekolah Aniaya Guru SD di Kupang Gara-gara Beda Pendapat Saat Rapat

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto menjelaskan kronologi kejadian beserta identitas dan peran 6 terduga pelaku lain

Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM-- Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Oelbeba, Aleksander Nitti bersama 6 pelaku lain diduga mengeroyok Anselmus Nalle (40), guru di sekolah tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Oebola, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Selasa 31 Mei 2022 pukul 12.20 Wita. Kasus ini telah ditangani Polres Kupang setelah dilaporkan korban.

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto menjelaskan kronologi kejadian beserta identitas dan peran 6 terduga pelaku lain.

Enam terduga pelaku dimaksud, adalah Elionora Katarina Nitti, Ernawati Manu, Demsy, Goris Tanone, Daniel Laot dan Roni Meko.

Kapolres Irwan mengatakan, pada Selasa siang, Kepsek SDN Oelbeba dan 6 pelaku lain diduga melakukan tindak pidana secara bersama melakukan kekerasan atau pengeroyokan serta perampasan satu unit handphone (HP) merek Samsung A 20 S milik Anselmus Nalle.

Kejadian bermula dari rapat di ruangan guru, membahas evaluasi ujian sekolah dan persiapan penilaian akhir semester.

Dalam rapat tersebut, terjadi perbedaan pendapat antara kepala sekolah dan korban sehingga mengakibatkan kepala sekolah marah lalu memukul dan menggebrak meja.

Aleksander Nitti juga beranjak dari tempat duduk lalu berjalan dengan cepat menghampiri Anselmus Nale yang sementara duduk berjarak sekitar 4 meter dari diirinya.

Kemudian Aleksander meninju korban mengenai bahu kiri belakang. Selain itu mengayunkan kursi kayu dan memukulkan ke badan korban, namun ditangkis sehingga mengakibatkan jari manis serta jari tengah tangan kanan korban lecet dan bengkak.

Bersamaan itu, Elionora Katarina Nitti juga ikut melakukan penganiayaan terhadap korban. Dia melempar buku mengenai punggung belakang korban, serta memukul punggung korban sembari mengumpat.

Pelaku lain Ernawati Manu juga ikut memukul menggunakan kayu sebesar gengggaman tangan orang dewasa mengenai kepala bagian kanan korban.

Melihat itu, beberapa saksi melerai mereka. Saat sudah berada di luar ruangan rapat, korban masih terus dikejar oleh para pelaku hingga di lapangan sekolah.

Ketika sudah berada di lapangan sekolah, korban mendapat pemukulan dari Demsy, mengenai tangan kiri. Demsy juga merampas satu unit HP dari tangan korban.

Korban terus digiring, dikejar lalu dipaksa hingga dibawa masuk ke ruangan perpustakaan SDN Oelbeba. Goris Tanone meninju bibir mulut korban hingga luka robek dan berdarah.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved