Breaking News:

Di Riau, Capres Mulai Tebar Pesona hingga Pelosok Desa, Bawaslu Belum Bisa Bergerak, Ini Sebabnya

Hampir seluruh wilayah sampai ke penjuru desa di Riau, sudah menyebar foto wajah-wajah calon presiden (capres) yang melakukan sosialisasi

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nurul Qomariah
ist
Anggota Bawaslu Riau Neil Antariksa. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hampir seluruh wilayah sampai ke penjuru desa di Riau, sudah menyebar foto wajah-wajah calon presiden (capres) yang melakukan sosialisasi.

Padahal tahapan Pemilu sendiri belum dimulai. Mereka sudah sejak lama melakukan sosialisasi kepada masyarakat itu.

Ada yang memajang potonya sendiri sebagai calon presiden dan tidak sedikit juga memajang foto bersama pengurus partainya di daerah.

Seperti Airlangga Hartarto misalnya. Ketua Umum Golkar itu sudah sejak lama menampilkan fotonya bersama pengurus Golkar di daerah.

Bahkan pengurus di daerah diminta untuk sosialisasikan calon presiden dari partai pohon beringin itu ke masyarakat.

Begitu juga calon presiden lain Prabowo Subianto yang juga memajang wajahnya dengan pengurus partai di daerah, keberadaan baliho dan billboard ini tersebar ke pelosok desa di Riau.

Nama lain yang juga sudah menyebar wajah, Agus Harimurti Yudhoyono yang merupakan Ketua Umum Demokrat.

Puan Maharani yang merupakan ketua DPR RI, Menteri BUMN Erik Thohir, Ketua PKB Muhaimin Iskandar, dan Ganjar Pranowo serta Anies Baswedan.

Wajah mereka terpasang mulai dari baliho, spanduk biasa yang dipasang secara manual hingga papan Billboard berbayar.

Tidak hanya di situ, ada juga yang sudah pasang stiker di sejumlah angkutan umum di Provinsi Riau.

Menanggapi kondisi ini, Anggota Bawaslu Riau Neil Antariksa mengaku belum punya kewenangan dan tugas untuk menertibkan para calon yang sudah mulai sosialisasi itu.

"Tidak bisa melakukan upaya apapun, mereka sosialisasi di billboard dan baliho, karena memang belum masuk dalam ranah tupoksi Bawaslu,"ujar Neil Antariksa.

Pihaknya di Bawaslu baru melakukan pengawasan dan penertiban setelah Launching tahapan pemilu yang rencananya dilakukan 14 Juni 2022 mendatang.

"Nantikan diatur penggunaan alat peraga kampanye dan semua ada regulasi, di sana kita akan berpijak untuk menjalankan tugas pengawasan dan penertiban,"ujarnya.

Namun demikian, pihaknya tetap mengedepankan upaya preventif nantinya, sehingga tidak ada penindakan saat menjalankan tugas pengawasan selama tahapan Pemilu dan Pilkada.

"Kita tetap mengedepankan upaya pencegahan, makanya semua kita libatkan terutama dalam pemantau pemilu,"jelas Neil Antariksa.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved