Breaking News:

Berita Rohul

Tali Pocong Mayit Hilang, Kuburan Bayi Prematur di Rohul Berantakan Seperti Dibongkar

Ayah si bayi ini melihat kubur anaknya sudah berantakan dan terbongkar, tali pocong mayit hilang

Penulis: Syahrul | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Kuburan bayi prematur, anak dari Ali Akbar yang ditemukan sudah terbongkar di belakang Pasar Tandun, Kecamatan Tandun, Rokan Hulu, Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Orangtua mana yang tak terkejut, saat melihat makam anaknya yang meninggal prematur 6 bulan sudah berantakan seperti dibongkar. Tak hanya itu, tali pengikat mayit juga hilang.

Hal itulah yang dialami oleh Ali Akbar, orangtua dari bayi prematur berusia enam bulan yang meninggal dan dikebumikan tak jauh dari rumahnya di Belakang Pasar Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Diterangkan oleh Paur Humas Polres Rokan Hulu Aipda Mardiono pada Minggu (12/6/2022), kejadian tersebut terungkap saat Ali Akbar, ayah ahli makam itu hendak melihat kuburan anaknya pada Jumat (10/6/2022) lalu.

Kuburan bayi prematur, anak dari Ali Akbar yang ditemukan sudah terbongkar di belakang Pasar Tandun, Kecamatan Tandun, Rokan Hulu, Riau.
Kuburan bayi prematur, anak dari Ali Akbar yang ditemukan sudah terbongkar di belakang Pasar Tandun, Kecamatan Tandun, Rokan Hulu, Riau. (Istimewa)

"Pada saat itu, bukan main terkejutnya ayah si bayi ini melihat kubur anaknya sudah berantakan dan terbongkar," ungkap Paur Humas.

Orangtua korban itu kemudian langsung melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar dan melanjutkannya dengan melapor ke Bhabinkamtibmas terdekat.

Bhabinkamtibmas yang mendengar informasi tersebut pun langsung mendatangi lokasi malam yang sudah berusia hampir satu tahun tersebut.

"Saat dicek di makamnya, ada beberapa bagian dari jenazah bayi itu yang tidak ditemukan. Seperti tali pengikat kepala mayit ( tali pocong, red) itu hilang dan jasad bayi juga sudah tak lengkap," jelas Paur kemudian.

Setelah dilakukan olah TKP di lokasi makam, masyarakat sekitar bersama dengan orangtua bayi itu kemudian kembali memakamkan bagian jenazah yang tersisa secara layak.

Paur Humas menegaskan, persoalan pembongkaran kuburan itu menjadi perhatian dari Polsek Tandun saat ini.

"Sampai kini, penyelidikan masih dilakukan oleh petugas di Polsek Tandun. Terutama sekali, guna menggali motif hilangnya tali pocong dalam pembongkaran makam tersebut," bebernya.

Paur Humas juga menjelaskan, belum diketahui motif apa yang menyebabkan makam tersebut terbongkar hingga sedemikian rupa.

Dia menerangkan, bahwa sebagaimana umumnya, makam bayi lumrahnya hanya memiliki kedalaman antara setengah sampai satu meter.

ilustrasi bayi meninggal
Ilustrasi. (internet)

Tak menutup kemungkinan pula, lanjut Paur, jika terbongkarnya makam bayi itu akibat ulah hewan tertentu.

"Pastinya hal ini masih diselidiki. Jika sudah ada perkembangan terbaru, akan segera diinfokan kepada masyarakat luas," jelasnya lagi.

Paur Humas juga menyampaikan himbauan dari Kapolsek Tandun Iptu Ulik Iwanto, agar masyarakat tidak terpancing suasana dan tetap tenang.

"Saat ini Polsek Tandun tengah melakukan pengumpulan informasi. Baik dari pihak keluarga maupun masyarakat dan Pengelola TPU. Masyarakat Tandun sekitarnya, kami harap bisa tetap tenang dan menunggu proses yang sedang berjalan," ujar Mardiono.

( Tribunpekanbaru.com / Syahrul Ramadhan )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved