Berita Riau
DPRD Riau Minta Masyarakat Tidak Panik Soal PMK Sapi : Tak Membahayakan Bagi Manusia
Menurut Wakil ketua komisi II DPRD Riau,PMK pada sapi bisa diobati, kemudian bila terserang virus juga tidak membahayakan bagi manusia bila dikonsumsi
Penulis: Nasuha Nasution | Editor: CandraDani
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Wakil ketua komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau Zulfi Mursal menghimbau masyarakat Riau tidak takut berlebihan dalam menyikapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi kurban.
Pasalnya menurut politisi PAN ini, PMK pada sapi bisa diobati, kemudian bila terserang virus juga tidak membahayakan bagi manusia bila dikonsumsi.
"Kita himbau kepada masyarakat PMK bukan satu hal menakutkan, karena masih bisa diobati, kecuali kalau kukunya lepas dan harus langsung disembelih. Dagingnya juga tidak berbahaya bila dikonsumsi masyarakat," ujarnya usai mengikuti studi bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau ke Jawa Timur akhir pekan kemarin.
Karena menurut Zulfi Mursal, selama dagingnya itu di masak pada posisi 27 derajat virus sudah mati.
Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan.
"Tidak berbahaya bagi manusia namun bagi hewan sangat berbahaya dan menyebarnya itu lebih cepat,"ujar Zulfi.
Maka sebagai upaya antisipasi dan pencegahan penularan di Riau, Dewan meminta agar Pemerintah Provinsi sudah menyiapkan tempat karantina hewan kurban yang masuk ke Riau.
"Sudah dilakukan Dinas juga, dengan menyiapkan karantina hewan kurban, kemudian yang ada gejala, menyiapkan obat-obatan, kita bisa menghilangkan gejala itu dengan obat-obatan,"ujar Zulfi.
Maka menurut Zulfi tidak ada langkah lain selain dengan memperketat pengawasan hewan yang masuk ke Riau, setiap siapapun yang membawa hewan ternak harus melewati karantina itu.
"Setiap sapi yang masuk ke Riau dilaporkan ke dinas terkait supaya dicek dulu, jadi akan ketahuan, kalau memang terkena PMK, langsung diasingkan agar tidak tertular dengan yang lain,"ujar Zulfi.
Penyebaran virus ini lanjut Zulfi Mursal lebih berbahaya dari covid, karena penyebarannya begitu cepat, penyebaran melalui udara.
"Kita berharap ini ditangani secara serius, apalagi saat ini sudah ada 42 hewan di Riau terjangkit PMK,"jelasnya.
Pihaknya dari Dewan juga mengharapkan Pemprov dengan mengkoordinir Kabupaten dan Kota untuk lebih kuat dalam upaya pencegahan.
"Kita ingatkan harus secara ketat, ini tidak bisa main-main, jangan sampai banyak kasus di Riau,"jelas Zulfi.(Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/respon_peternak_sapi_di_riau_soal_penyakit_mulut_dan_kaki_jelang_musim_kurban_kami_khawatir.jpg)