Breaking News:

Berita Pelalawan

Warga Pelalawan Ditemukan Tergantung Tak Bernyawa di Rumahnya, Diduga Bunuh Diri

Seorang pria di Pangkalan Kerinci Pelalawan ditemukan tewas tergantung di rumahnya pada Minggu (12/6/2022) malam lalu, diduga bunuh diri.

Penulis: johanes | Editor: Ariestia
Ist
Warga Kelurahan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau dihebohkan dengan penemuan seorang pria tewas tergantung di rumahnya pada Minggu (12/6/2022) malam lalu, diduga bunuh diri. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Warga Kelurahan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau dihebohkan dengan penemuan seorang pria tewas tergantung di rumahnya pada Minggu (12/6/2022) malam lalu, diduga bunuh diri.

Lelaki tersebut diduga bunuh diri dalam kediamannya tepat di dalam warung yang dibuka di rumahnya.

Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan korban di Jalan Raja Pangkalan Kerinci sekitar pukul 20.00 WIB.

Pria itu bernama Fato Osa Guko (25) yang tinggal di rumah milik warga bernama Asline Baene.

Penemuan itu langsung beredar luas di masyarakat hingga dilaporkan ke Polres Pelalawan.

"Dugaan sementara, korban bunuh diri dengan gantung diri di rumah. Sampai saat ini masih dalam penyelidikan," kata Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Muhammad Tariq SIK melalui Kasubbag Humas AKP Edy Harianto kepada tribunpekanbaru.com, Senin (13/6/2022).

Korban Fsto Osa Guko didapati tergantung di antara papan kayu yang ada di dalam warung dalam kondisi tidak bernyawa.

Selembar kain berwarna cokelat terlilit di lehernya yang mengakibatkan memar pada lingkaran leher.

Saat ditemukan korban menggunakan celana panjang jeans berwarna biru dan kaos oblong bercorak kuning hitam.

Setelah tim dari Polres Pelalawan turun ke lokasi kejadian, jenazah korban dievakuasi dari tali gantungan dan dibawa ke RSUD Selasih Pangkalan Kerinci untuk dilakukan visum.

Belum diketahui pasti penyebab korban mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Polisi masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

Selain itu, penyidik akan melakukan otopsi terhadap mayat korban untuk memastikan penyebab kematiannya.

"Rencananya hari ini akan diotopsi. Tentu atas persetujuan pihak keluarga," papar Edy Harianto. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved