Breaking News:

Berita Rohul

Karhutla di Rohul, 7,7 Ha Lahan Terbakar di Desa Sungai Salak Rambah Samo

Lahan seluas 7,7 Hektar di kawasan Desa Sungai Salak Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu terbakar sejak Selasa.

Penulis: Syahrul | Editor: Ariestia
Istimewa
Lahan seluas 7,7 Hektar di kawasan Desa Sungai Salak Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu terbakar sejak Selasa (14/6/2022). FOTO: Kondisi pemadaman kebakaran lahan dan hutan di kawasan Desa Sungai Salak Kecamatan Rambah Samo oleh Tim Gabungan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Lahan seluas 7,7 Hektar di kawasan Desa Sungai Salak Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu terbakar sejak Selasa (14/6/2022).

Sejumlah personel Tim Gabungan dari TNI, Polri dan berbagai unsur lainnya turun ke lokasi guna melakukan pemadaman di lokasi kebakaran tersebut.

Babinsa Koramil 02 Rambah Kodim 0313/KPR Serda Dedy Nofery Samosir menerangkan, kebakaran terpantau sejak Senin (13/6) melalui aplikasi pemantau titik api.

"Sebelumnya kami mendapat informasi hotspot yang terpantau melalui pantauan di aplikasi Lapan. Kami langsung bergegas bersama Tim Gabungan berikut BPBD Rokan Hulu mencari lokasi dimaksud," ungkap Dedy pada Rabu (15/6) pagi.

Setelah dilakukan pemantauan di lokasi, Tim Gabungan akhirnya menemukan lokasi kebakaran di kawasan Desa Sungai Salak.

Diperkirakan, total luasan lahan terbakar di lokasi tersebut mencapai angka 7,7 hektar dan langsung dilakukan pemadaman.

"Berdasarkan pantauan di lapangan, kawasan terbakar itu merupakan sebuah kebun karet yang baru saja di tebang tebas untuk dibersihkan," bebernya kemudian.

Adapun kontur lahan terbakar itu merupakan tanah mineral keras. Berhubung lokasi lahan terbakar jauh dari sumber air, maka proses pemadaman pun menjadi terkendala.

Namun demikian, berbeda dengan kondisi kebakaran hutan dan lahan yang sebelumnya terjadi di Desa Pauh, Bonai Darussalam yang di dominasi gambut.

Proses pemadaman kebakaran di Desa Sungai Salak masih bisa dikendalikan dan dipadamkan dengan cara manual menggunakan dahan dan ranting kayu.

Kondisi terkini di lokasi kebakaran saat ini, api sudah mulai padam, namun demikian Tim Gabungan masih berada di lokasi kebakaran guna memantau kondisi api tidak muncul lagi.

"Saat ini juga kita sudah memasang Banner di lokasi kebakaran berupa pemberitahuan agar masyarakat tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar," tandasnya.

Belum diketahui awal musabab terjadinya kebakaran tersebut. Kesimpulan sementara, Tim Gabungan berpendapat lahan tersebut dibakar untuk membersihkan lahan. (Tribunpekanbaru.com/Syahrul Ramadhan)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved