Breaking News:

Berita Inhu

Polres Inhu Selidiki Kasus Kebakaran Mes dan Warehouse PT SRK, Berawal dari Sanksi Adat

Aparat Polres Inhu menerima laporan terkait kejadian kebakaran warehouse dan mes karyawan PT SRK.

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru
Aparat Polres Inhu menerima laporan terkait kejadian kebakaran warehouse dan mes karyawan PT SRK. Foto Ilustrasi kebakaran 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Aparat Kepolisian Polres Indragiri Hulu (Inhu) menerima laporan terkait kejadian kebakaran warehouse dan mes karyawan PT Sinar Reksa Kencana (SRK) di Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Menurut konfirmasi dari Kasubsis Penmas Polres Inhu, Aipda Misran pihak perusahaan melaporkan kerugian akibat kejadian tersebut mencapai Rp 3 Miliar.

Kebakaran mes karyawan dan warehouse tersebut terjadi pada saat aksi masyarakat lima desa di Kecamatan Batang Peranap, yakni Desa Pematang, Desa Pematang Benteng, Desa Suka Maju, Desa Selunak, dan Desa Dusun Tuo pada Selasa (14/6/2022).

Menurut Andi, seorang warga yang berada di lokasi kejadian warga masyarakat lima desa itu menuntut agar perusahaan membayar denda adat atas pelanggaran yang diduga dilakukan oleh perusahaan.

"Sebelumnya sudah ada perjanjian antara ninik mamak dengan perusahaan atas kejadian penganiayaan yang dialami oleh seorang warga Desa Pematang," kata Andi.

Dalam perjanjian itu perusahaan diminta membayar adat berupa satu ekor sapi dan memberi makan warga setempat. Namun perusahaan tidak kunjung membayar denda adat tersebut hingga waktu yang ditentukan.

Saat aksi pada Selasa (14/6/2022), para tokoh adat sempat melakukan perundingan dengan perwakilan perusahaan, meski tidak menemui kesepakatan. Hingga akhirnya mes karyawan dan warehouse milik perusahaan terbakar.

"Kami tidak tahu siapa yang membakar, karena banyak sekali orang waktu itu," ujarnya.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke pihak Kepolisian. Menurut konfirmasi Tribunpekanbaru.com dengan Kapolres Inhu, AKBP Bachtiar Alponsi melalui Kasubsi Penmas Polres Inhu, Aipda Misran perwakilan perusahaan atas nama Wibowo melapor ke Polres Inhu pada Rabu (15/6/2022). "Saat ini laporannya sedang kita proses," ungkapnya.

Sesuai laporan, kerugian yang diderita perusahaan perkebunan kelapa sawit itu menurut Misran mencapai Rp 3 M. Sebab di dalam warehouse yang terbakar itu terdapat kendaraan milik perusahaan.

Saat ditanya lebih lanjut soal pemanggilan sejumlah pihak atas laporan itu, Misran justru enggan berkomentar. "Tunggu saja, saat ini laporan itu masih ditindaklanjuti," ujarnya lagi. Meski begitu ia menegaskan bahwa aparat Kepolisian Polres Inhu akan menindaklanjuti setiap laporan dari berbagai pihak. "Siapapun yang melapor akan kita proses," tegasnya.

Terkait sanksi adat itu, Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Inhu, Marwan MR ikut berkomentar. Menurut Marwan denda adat itu keputusan bersifat serius. Marwan mengatakan denda adat dapat dijatuhkan apabila memang ada sesuatu perbuatan, tindakan dan perilaku yang melanggar "larang pantang" di tengah masyarakat wilayah Adat .

"Keputusannya diambil berdasarkan pertimbangan yang matang melalui musyawarah mufakat, air yang sudah bulat ke pembuluh dan terikat langsung secara moral dgn anak kemenakan, sehingga mereka mengawal terus sampai semuanya terlaksana," ungkapnya.

Marwan mengungkapkan peristiwa insiden di PT SRK tidak perlu terjadi jika pihak perusahaan tidak bersikap arogan dan menyadari perbuatan mereka yg dianggap masyarakat sudah melewati batas. "Saya menekankan kepada pihak PT SRK, disinilah pentingnya kalian memahami dimana bumi dipijak disitu langit di junjung, dan berbudi pekerti menghargai masyarakat tempat berinvestasi, sebagaimana pada saat awal kalian masuk yang sangat ramah dan penuh janji," tegasnya.

Marwan juga menyampaikan LAMR Inhu berharap semoga Datuk Danang Lelo, H. Suhaidi dan para datuk pemangku adat beserta masyarakat anak kemenakan di Batang Peranap untuk turut menjaga kondusifitas. LAMR Inhu juga turut mengapresiasi kerja Kapolres Inhu, AKBP Bachtiar Alponso yang langsung turun ke lokasi kejadian. (Tribunpekanbaru.com/Bynton Simanungkalit)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved