Breaking News:

Berita Riau

Akses Layanan JKN Kini Cukup Pakai NIK Saja untuk Mengetahui Fasilitas Layanan kesehatan

BPJS Kesehatan telah memanfaatkan NIK sebagai keyword identitas kepesertaan JKN guna mencegah data ganda pada semua layanan administrasi kepesertaan

Penulis: Rino Syahril | Editor: CandraDani
BPJS Kesehatan
Mudahnya Akses Layanan Kesehatan lewat Aplikasi Mobile JKN. 

TRIBUNPEKANBARU.COM – Saat ini peserta JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional tidak perlu repot - repot lagi untuk mengakses layanan JKN.

Pasalnya saat ini cukup dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) saja.

“Cukup dengan NIK, Peserta JKN bisa mengakses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes),” ujar Kepala Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru, Ade Candra kepada awak media,Jumat (17/6).

Pernyataan ini bukanlah hal baru.

Akses Layanan JKN dengan NIK sudah digadang-gadangkan sejak Januari silam.

Apalagi Indonesia tengah menuju era satu data dengan NIK sebagai basisnya dan akan diterapkan ke seluruh jenis pelayanan publik.

Sebenarnya kata Ade, penggunaan NIK sebagai identitas tunggal dalam mengakses berbagai pelayanan publik, telah banyak disebutkan dalam peraturan perundang-undangan Indonesia.

Apalagi selama ini tambah Ade, BPJS Kesehatan telah memanfaatkan NIK sebagai keyword identitas kepesertaan Peserta JKN guna mencegah data ganda pada semua layanan administrasi kepesertaan.

"Oleh sebab itu kita ingin NIK ini dapat lebih jauh digunakan untuk mengakses layanan kesehatan di faskes. Sehingga tak ada lagi isu ditolak atau harus menjadi pasien umum hanya karena tidak memiliki KIS (Kartu Indonesia Sehat – red),” ucap Ade.

Lebih jauh Ade memaparkan setidaknya ada tiga manfaat penggunaan NIK sebagai identitas Peserta JKN, yaitu pertama, mudah.

Peserta JKN cukup membawa satu kartu yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja.

Kedua, cepat. Peserta JKN tinggal menyebutkan NIK yang tertera pada KTP-nya atau menunjukkan KTP-nya pada petugas administrasi di faskes tempat Peserta JKN terdaftar.

Bagi yang belum berusia 17 (tujuh belas) tahun, dapat menggunakan Kartu Identitas Anak (KIA).

Selanjutnya, ketiga, pasti. Data Peserta JKN terintegrasi dengan sistem BPJS Kesehatan dan faskes sehingga pasti mendapatkan layanan administrasi dan layanan kesehatan.

Seorang wiraswasta yang juga merupakan Peserta JKN Rifky (37) mengaku sudah saatnya Indonesia menerapkan konsep ini sebab sangat efisien.

Sebagai orang yang sering melakukan perjalanan ke luar negeri (traveler), social security number (SSN) sudah banyak diterapkan di negara-negara maju.

“Biasanya saya menggunakan KIS Digital yang ada di aplikasi Mobile JKN. Cuman, karena berbagai keterbatasan, tidak semua orang pula bisa mengakses Mobile JKN sehingga mengakses layanan JKN dengan NIK tentu jauh lebih praktis karena ‘kan rata-rata orang pasti membawa KTP,” ujarnya.

(Tribunpekabaru.com/Rino Syahril)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved