Breaking News:

Ceramah Ustaz Abdul Somad Ditolak Jemaah di Jonggol, Videonya Bikin Gempar, Polisi Buka Suara

Ceramah Ustaz Abdul Somad Ditolak. Demi acara berjalan dengan lancar dan aman, petugas gabungan Polres Bogor akan dikerahkan ke lokasi.

Editor: Muhammad Ridho
Tribun Pekanbaru/Instagram.com/@ustadzabdulsomad_official
Ilustrasi ceramah Ustadz Abdul Somad 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Beberapa waktu lalu sempat beredar video penolakan atas hadirnya Ustaz Abdul Somad di Jonggol, Kabupaten Bogor.

Dalam video tersebut, sekelompok warga terlihat menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad untuk mengisi acara ceramah.

Penolakan itu disampaikan melalui warga Citra Grand City, Jonggol, Kabupaten Bogor.

Dijelaskan oleh Kasi Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita mengatakan bahwa video yang beredar itu merupakan video lama.

"Itu udah lama, kurang lebih udah tiga minggu, sekarang sudah kondusif," kata AKP Ita Puspita Lena.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat video penolakan itu muncul, pihaknya dan pihak terkait lainnya seperti MUI langsung melakukan koordinasi dan melakukan mediasi.

"Ketika video muncul, akhirnya dari MUI dan yang lain-lain berkoordinasi, terus akhirnya udah aman, mereka udah nerima. Itu udah lama," katanya.

Permasalahan itu pun langsung diselesaikan rencana tabligh akbar diisi Ustaz Abdul Somad tetap berjalan.

Ita Puspita pun merasa heran mengapa video penolakan tersebut kembali beredar.

Setelah sempat ada penolakan, ceramah Ustaz Abdul Somad ( UAS) rencananya bakal tetap digelar di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jumat (17/6/2022) hari ini.

Demi acara berjalan dengan lancar dan aman, petugas gabungan Polres Bogor akan dikerahkan ke lokasi.

"Iya, Polisi akan melakukan pengamanan di lokasi," kata Kasi Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (17/6/2022).

Terkait jumlah personel Polisi yang akan dikerahkan untuk mengamankan jalannya tablig akbar UAS, AKP Ita belum mau menyebutkan.

Sementara itu secara terpisah, Camat Jonggol Andri Rahman mengatakan pengamanan ceramah UAS dilakukan secara biasa.

"Biasa aja, gak ada yang berlebihan. Posisinya kegiatan biasa, seperti pengamanan malam tahun baru, pengamanan natal, ada Rapi, Binpol, Pol PP, Linmas, RT/RW, anggota Babinsa, Bhabinmas. Biasa itu mah, tidak ada yang perlu diantisipasi secara berlebihan," ungkap Andri Rahman.

( Tribunpekanbaru.com )

Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved